Riwayat Sakit Romo Beny: Gangguan Ginjal, Jantung, dan Paru-paru - FloresPos Net

Riwayat Sakit Romo Beny: Gangguan Ginjal, Jantung, dan Paru-paru

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 18:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Romo Beny Jaya semasa hidup

Romo Beny Jaya semasa hidup

RUTENG, FLORESPOS.net-Romo Beny Jaya, imam Keuskupan Ruteng, Flores, NTT, memang telah meinggal dunia, Kamis (18/4/2024).

Kepergiaan Pastor asal Tentang, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu, tentu menimbulkan banyak tanya soal sakit yang dideritanya selama ini.

Wartawan Florespos.net mendapat kopian data riwayat lengkap sakitnya Romo Beny yang ternyata sudah lama menderita gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru dari Komsos Puspas Keuskupan Ruteng, Jumat (19/4/2024) sore.

Sejak Agustus 2020, mulai sakit dan harus dirawat secara rutin dan dianjurkan untuk dirujuk dan dirawat pada RS. Carolus Jakarta.

Dari hasil chek up lengkap di RS Carolus, ternyata Rm. Beny mengalami gangguan fungsi ginjal.

Karena itu, Rm. Benny diharuskan untuk melakukan cuci darah seminggu dua kali, yakni hari Senin dan Kamis.

Sejak saat itu, Rm. Beny melakukan cuci darah di RS Siloam Labuan Bajo.

Dalam situasi ini, Rm. Beny tetap setia melayani umat dan menjalankan kegiatan pelayanan pastoral kategorial di Labuan Bajo.

Walau dalam keadaan sakit, dia tetap menunjukkan komitmen kuat pada karya pastoral keuskupan. Dia berprinsip: Biarkan saya mati dalam atau saat melayani.

Pada awal April 2022, Rm. Beny mengalami penyumbatan pada pembuluh jantung dan diambil tindakan pemasangan ring.

Ternyata tindakan ini cukup mempengaruhi kondisi dari Rm. Beny. Kemudian, pada 9 Maret 2024, dia mengalami gangguan yang lebih serius pada jantungnya.

Baca Juga :  Lukman Riberu Tetap Berpasangan dengan Zakarias Paun, Pendukung Tetap Tenang dan Solid

Dan dari hasil pemeriksaan di RS EMC Pulomas, yang  semula direncanakan untuk penambahan ring pada jantung, namun tim dokter memutuskan melakukan operasi, per 20 Maret, dan operasinya berjalan dengan sukses di RS. EMC PuloMas Jakarta.

Sejak itu, Rm. Beny beristirahat (opname) untuk proses pemulihan dan sempat keluar dari ruang ICU, 25 Maret 2024.

Pada 5 April, Rm. Beny sempat mengirimkan pesan teks lewat grup WA Unio Imam Projo Keuskupan Ruteng untuk menceritakan kondisinya saat itu.

Ternyata, ada serangan lagi per 27 Maret yang mengganggu fungsi paru-parunya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ada infeksi dan air sekitar paru-paru. Dokter segera mengambil tindakan dan proses medis ini berjalan dengan sukses.

Sesudah itu, Rm. Beny sempat menulis pesan singkat yang mengabarkan bahwa dia sekarang berada di ruang pemulihan dan sedang latihan jalan, duduk dan memegang gelas.

Dia berterima kasih untuk semua doa dari kita semua untuk kemajuan pemulihan dan perawatan.

Tetapi, Sabtu 13 April, Rm. Beny kembali ke rumah sakit untuk dibedah kembali karena ada gangguan pada tulang dadanya pasca operasi, karena selama sesudah operasi ia menderita batuk.

Setelah operasi, Rm Beny sempat beristirahat, tetapi pada 18 April kondisinya memburuk hingga tidak sadarkan diri.

Kurang lebih pada pukul 20.40 WITA, Rm. Beny mengembuskan nafas terakhir dan kembali ke rumah Bapa di Surga dalam usia 58 tahun di RS. EMC Pulomas Jakarta.

Baca Juga :  Wakil Bupati Ignas Uran Sebut Kader Posyandu Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Rm. Beny Jaya, Pr. dikenal sebagai pribadi yang ramah, gembira, sederhana, namun tegas.

Pribadinya juga hangat dan penuh persaudaraan, mencintai orang kecil serta memiliki komitmen yang tinggi dalam karya perutusan dan pelayanannya sebagai imam keuskupan Ruteng.

“TanganMu telah menjadikan dan membentuk aku,”  Itulah motto imamat almarhum, Rm. Beny.

Tuhan telah memanggil dan membentuk Rm. Beny sendiri menjadi imam yang baik dan penuh semangat dalam pelayanan.

Tuhan asal dan tujuan kehidupan yang dirindukannya telah memanggil Rm. Benny Jaya, kembali menghadap-Nya.

Semoga Almarhum mengalami kebahagiaan abadi bersama para Kudus di Surga.

Terima kasih banyak Rm. Beny untuk semua dedikasi, cinta, perhatian, canda tawa, cerita-cerita indah yang telah kita rajut bersama sebagai imam di Keuskupan Ruteng.

Mohon maaf untuk segala salah kata, sikap dan perbuatan dalam karya pelayanan bersama kita di keuskupan ini.

Kami mengantarmu ke rumah Bapa kita di surga dengan doa dan ekaristi. Jadilah pendoa bagi kami semua yang masih berziarah di bumi ini.

Romo Beny Jaya seperti diberitakan media ini, sebelumnya, meninggal dunia di RS CMC Pulomas, Jakarta, Kamis (18/4/2024) Pkl. 20.00 Wita. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 286 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA