BORONG, FLORESPOS.net-Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat ratusan hektar tanaman padi terendam air.
Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman mengatakan, hujan deras hampir tiga hari membuat Kali Wae Laing di Desa Satar Padut meluap.
“Sekitar 282 tanaman padi terendah air,” kata Supratman kepada Florespos.net, Senin (11/3/2024).
Dia mengatakan, saat ini hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut. Selain padi yang terendam, banjir juga merendam fasilitas umum masjid, kompleks perkantoran kecamatan, Puskesmas, gereja, sekolah, Kantor Polsek Lamba Leda.
Saat bersamaan juga air laut pasang, sehingga banjir meluap masuk pemukiman. Selain hujan dan banjir, sinyal telepon kadang hilang muncul dan listrik padam.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur terpaksa mengungsi. Warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Kali Wae Laing di desa itu meluap dan masuk hingga pemukiman warga dengan ketinggian air sekitar 50 cm.
Insan dan Rahmat, warga Dampek, Desa Satar Padut mengatakan puluhan rumah warga Desa Satar Padut tepatnya di Kampung Golo Kukung dan Dampek terendam banjir.
Selain rumah warga, kata Insan dan Rahmat, air juga genangan fasilitas umum, kantor kecamatan, Puskesmas, sekolah, gereja, masjid, dan fasilitas umum lainnya.
“Hujan lebat turun sejak Sabtu hingga Minggu malam. Kali Wae Laing banjir dan meluap masuk ke rumah warga,” kata Insan dan Rahmat kepada Florespos.net, Minggu (10/3/2024) malam.
Insan dan Rahmat mengatakan, selain daerah pegunungan hujan lebat juga masih terus mengguyur setempat dan air terus meluap.
Kata Insan dan Rahmat, ada sebagian warga mengungsi dan mengamankan barang-barang ke tempat yang aman.
“Warga mengungsi tidak bisa selamatkan barang seperti kasur, padi, dan alat dapur. Beberapa rumah alat dapur dan juga pakaian terbawah banjir,” kata mereka. *
Penulis: Albert Harianto I Editor: Wentho Eliando










