Siswa SMPN 8 Kupang Diduga Keracunan MBG, Ombudsman NTT Minta Dilakukan Pemeriksaan Sampel Makanan - FloresPos Net

Siswa SMPN 8 Kupang Diduga Keracunan MBG, Ombudsman NTT Minta Dilakukan Pemeriksaan Sampel Makanan

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 17:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Tim Ombudsman RI perwakilan NTT pada Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 13.00 Wita melakukan kunjungan ke Rumah Sakit (RS) Mamami Kupang guna melihat langsung penanganan medis terhadap para siswa SMPN 8 Kota Kupang.

Sekitar 100 siswa tersebut diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga harus dilarikan ke RS Siloam, RS Mamami dan RSUD SK Lerik Kota Kupang.

“Dugaan sementara, lebih dari 100 siswa/siswi yang terpencar di tiga rumah sakit tersebut mengalami keracunan makanan program Makan Bergisi Gratis (MBG),” sebut Darius Beda Daton, kepala perwakilan Ombudsman RI Wilayah NTT.

Darius menyebutkan, terhadap dugaan keracunan tersebut pihaknya menyampaikan beberapa hal yakni, pertolongan pertama pada semua anak-anak yang mengalami keracunan telah dilakukan pihak rumah sakit dengan baik.

Baca Juga :  Flores Timur Juara Umum Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat NTT Tahun 2023

Ia mengatakan, kondisi anak-anak dalam keadaan sadar dan sebagian mengalami sakit perut sehingga kondisi anak-anak harus terus dipantau selama beberapa hari ke depan guna mencegah dampak buruk ikutan.

“Terhadap penyebab keracunan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait sampel makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau laboratorium kesehatan lainnya,” sarannya.

Menurut Darius, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah keracunan tersebut disebabkan karena makanan, minuman dari program MBG atau bersumber dari pangan lain.

Selain itu tambahnya, Dinas Kesehatan Kota Kupang sekiranya dapat melakukan surveilance lebih lanjut dengan melihat gejala, sampel makanan dan lainnya untuk menentukan apakah keracunan makanan ini memenuhi kriteria sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan atau tidak.

Baca Juga :  Lantik Kajari Sabu Raijua, Plt. Kajati NTT Minta Jaga Integritas

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 2 Tahun 2013 tentang Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan, KLB Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi pangan dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan.

“Berdasarkan Permenkes ini, dinas kesehatan kabupaten, kota atau kantor kesehatan pelabuhan, wajib melakukan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Berita Terbaru