Darius menegaskan, penyelidikan epidemiologi dapat dilakukan terhadap korban dan seluruh aspek yang terkait higiene sanitasi pangan termasuk tempat pengelolaan makanan melalui kegiatan konfirmasi dan verifikasi.
Selain itu kata dia,harus melakukan kajian terhadap keterkaitan korban satu dengan yang lainnya menurut tempat kejadian dan waktu, perkiraan akan terjadi peningkatan jumlah korban.
Dan terdapat salah satu keadaan gambaran klinis dan/atau berdasarkan pemeriksaan lainnya menunjukkan sebab keracunan bahan beracun yang sama, menunjukkan kesamaan sumber keracunan pangan dan sesuai dengan masa inkubasi dari jenis bahan beracun.
“Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk mengetahui penyebab keracunan pangan, gambaran epidemiologi dan kelompok masyarakat yang terancam keracunan pangan, sumber dan cara terjadinya keracunan pangan dan menentukan cara penanggulangan yang efektif dan efisien,” terangnya.
Selain itu tambah Darius, jika kemudian dipastikan bahwa penyebab keracunan siswa-siswi berasal dari makanan program MBG, maka sekiranya pengawasan terhadap penyedia makanan dan tempat pengelolaan makanan program MBG di seluruh sekolah di NTT perlu dievaluasi guna mencegah hal serupa terjadi pada masa yang akan datang. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










