Tanaman Jagung di Sikka Tumbuh Kerdil dan Diserang Ulat Grayak - FloresPos Net

Tanaman Jagung di Sikka Tumbuh Kerdil dan Diserang Ulat Grayak

- Jurnalis

Kamis, 15 Februari 2024 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Tanaman jagung di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tumbuh kerdil. Parahnya lagi, hampir seluruh tanaman jagung para petani di sejumlah wilayah juga diserang ulat grayak.

Penelusuran Florespos.net, di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kamis (15/2/2024) siang, tanaman jagung baik di tanam di pekarangan rumah maupun di kebun di wilayah setempat tumbuh kerdil.

Sebagian besar tinggi jagung yang ditanam Desember 2023 dan Januari 2024, tidak lebih dari lutut orang dewasa.

Ada lagi tanaman jagung tumbuh lebih dari lutut orang dewasa sudah berbunga dan berbuah tapi tidak ada isi.

Monika Grasiana (50), warga Desa Watuliwung mengaku tanaman jagung miliknya ditanam pada Januari 2024. Tapi sampai sekarang tidak tumbuh baik karena cuaca terlalu panas–hujan tidak menentu dan diserang ulat grayak.

Baca Juga :  Jemaun: Kabarkan Kebaikan BPJS, Onik: Bayi Baru Lahir Langsung Jadi Peserta
Tanaman Jagung di Desa Watuliwung, Kecamatan Kange, Kabupaten Sikka Tumbuh Kerdil dan Diserang Ulat Grayak. Foto: Wentho Eliando

“Saya tanam bulan Januari lalu. Mestinya sekarang sudah lebih dari lutut. Tanaman jagung ini tidak tumbuh dengan baik karena terlalu panas. Belum lagi sekarang, banyak ulat makan daun dan batang,” kata Monika ketika ditemui Florespos.net, di kebunnya, Kamis (15/2/2024) siang.

Sambil terus membersihkan rumput liar di sela-sela tanaman jagung, Monika mengatakan, ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman jagungnya. Tapi sebagian besar tanaman jagung di wilayah itu sudah diserang ulat grayak.

Baca Juga :  Persiapan Keuskupan Labuan Bajo, Aset Bersama Sudah Masuk Pembahasan

“Di sini, hampir semuanya diserang ulat. Kami sudah obati dengan cara kampung. Campuran jeruk nipis, tapi sampai sekarang masih ada ulat,” katanya.

Tanaman Jagung di Desa Watuliwung, Kecamatan Kange, Kabupaten Sikka Diserang Ulat Grayak. Foto: Wentho Eliando

“Ada petani sudah cabut jagung yang rusak diserang ulat. Saya sendiri pasrah saja. Mungkin siapkan saja untuk tanam kacang ijo,” tambah Monika.

Monika mengaku, sampai sekarang belum ada intervensi dari dinas terkait. Dia berharap selain mengatasi serangan hama ulat grayak, dinas terkait bisa membantu bibit jagung yang kebal dengan ulat grayak.

Pantauan Florespos.net, Kamis (15/2/2024) siang, selain di Watuliwung, sepanjang jalan menuju Brai, Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur juga serupa. Tanaman jagung setempat tumbuh kerdil dan diserang ulat grayak. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat
BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga
Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:55 WITA

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WITA

BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Berita Terbaru