Persiapan Keuskupan Labuan Bajo, Aset Bersama Sudah Masuk Pembahasan - FloresPos Net

Persiapan Keuskupan Labuan Bajo, Aset Bersama Sudah Masuk Pembahasan

- Jurnalis

Jumat, 24 November 2023 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Persiapan serius dalam proses pendirian Keuskupan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yang mekar dari Keuskupan Ruteng, Manggarai, NTT, sudah cukup jauh.

Persiapan jauh itu termasuk membahas detail dan mendalam soal isu-isu strategis dan aset yang nantinya diurusi bersama Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Labuan Bajo.

Menurut Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Rm. Marthin Chen yang mewakili Uskup Sipri yang ditemui wartawan, Kamis (23/11/2023), dalam persiapan menyongsong lahirnya Keuskupan Labuan Bajo, sesuai dengan arahan Uskup Sipri juga yang berkaitan urusan bersama.

“Dalam persiapan ini, ikut dibahas hal-hal yang bisa diurus bersama dua keuskupan nantinya,” katanya.

Urusan bersama itu bisa berkaitan dengan isu-isu strategis, reksa pastoral, dan lain-lain untuk umat dan gereja di kawasan ini.

Juga yang menjadi perhatian, demikian Rm. Chen, berkaitan dengan aset bersama seperti misal lembaga pendidikan calon imam seperti Seminari Pius XII Kisol, dan SMA Seminari Labuan Bajo.

Baca Juga :  Dilarang Masuk Radius 4 KM Puncak Erupsi Lewotobi, Kendaraan Umum dan Pribadi ‘Cuek’ Lalu-lalang Trans Larantuka-Maumere

Demikian juga dengan lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Ernesto baik di St. Klaus Kuwu, Ruteng maupun di Werang, Kecamatan Sano Nggoang, Mabar, dan lain-lain.

Draf dan kerangka pengelolaan bersama itu telah dibuat belakangan ini agar nanti bisa dilaksanakan ketika keuskupan baru itu lahir.

Dikatakan, hal-hal yang menjadi urusan bersama diidentifikasi dan dipetakkan sejak sekarang sehingga nantinya tinggal ditindaklanjuti.

Tindak lanjut bagaimana riilnya dalam pelaksanaan dan tanggung jawabnya agar urusan bersama diurusi secara lebih baik dan maju.

Konkretisasi urusan bersama itu, lanjut Rm. Chen, sebetulnya sudah dimulai ketika dua tahun terakhir diadakan Festival Religius Golo Koe.

Dalam persiapan hingga pelaksanaan, dua paroki di Kota Labuan Bajo dilibatkan secara aktif dengan Pemkab Mabar dan unsur Keuskupan Ruteng.

“Kita beri peran lebih besar ke dua paroki di Kota Labuan Bajo untuk sukseskan festival itu,” katanya.

Baca Juga :  GMNI dan BEM IFTK Ledalero Bersama Pedagang Demo Persoalkan Ketiadaan Dokter Anestesi

Apa yang dilakukan ini terkandung maksud untuk membangun dan memperkuat identitas calon keuskupan baru di hadapan umat dan publik.

Ketika itu, Rm. Chen juga menyentil soal bidang ke-Puspas-an. Yang telah dilakukan adalah  koordinasi pastoral, komisi-komisi, dan  bahkan hingga personalia  yang mengurusi nanti.

Kapan Keuskupan Labuan Bajo terbentuk dan siapa gembala pertamanya? Hingga masih misteri karena urusannya berada di Vatikan Roma.

Karena itu, umat dan siapapun seperti disampaikan Vikjen Keuskupan Ruteng, Rm. Alfons Segar dalam pernyataan resminya di media Katoliku_Keren, beberapa waktu lalu mengatakan, realisasi pemekaran Keuskupan Labuan Bajo, belum bisa dipastikan kapan waktunya.

“Untuk umat atau siapapun diharapkan untuk terus berdoa agar rencana dan wacana pembentukan keuskupan baru itu bisa segera menjadi kenyataan,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat
BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga
Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:55 WITA

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WITA

BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Berita Terbaru