BAJAWA, FLORESPOS.net– Pemerintah Kabupaten Ngada melalui program Murni Kasih menyasar pembangunan di bidang keagamaan dan pendidikan. Bupati Ngada menyerahkan bantuan kepada Stasi Waturoka, SMP Negeri 3 Golewa Selatan, dan SMA Negeri 1 Golewa Selatan di Aula Kantor Desa Were II, Selasa (21/4/2026).
Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan Pastoran Kapela St. Theresia Stasi Waturoka sebesar Rp150 juta, bantuan hibah Rp10 juta untuk kegiatan Porseni SMP Negeri 3 Golewa Selatan, serta bantuan hibah Rp25 juta untuk pengadaan drum band SMA Negeri 1 Golewa Selatan.
Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan, program bantuan yang diserahkan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa bersama Wakil Bupati, pemerintah terus mendorong program pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya keadilan dalam proses pendataan penerima bantuan di tingkat desa. Ia meminta aparat desa untuk tidak dipengaruhi oleh perbedaan pilihan politik pada masa pemilihan.
“Pendataan harus adil dan objektif. Jangan melihat ke belakang, terutama terkait pilihan saat pemilu. Yang dilihat adalah kondisi masyarakat hari ini,” katanya.
Selain itu, Bupati Ngada menekankan agar setiap bantuan yang diterima digunakan secara tepat dan disertai dengan laporan pertanggungjawaban. “Gunakan bantuan ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Harus ada laporan, supaya ke depan kita bisa terus saling percaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
Ia mendorong optimalisasi peran kelompok dasawisma dan kader posyandu sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, perempuan perlu diberikan ruang untuk berdaya, termasuk melalui dukungan anggaran desa dan pemanfaatan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik di sektor pertanian maupun peternakan.
Ditekannya pula pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini serta penguatan budaya literasi di lingkungan keluarga.
“Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Orang tua perlu membiasakan anak membaca dan menggunakan buku sebagai referensi belajar,” kata Blandina.
Di akhir kegiatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada turut membagikan buku tulis kepada seluruh siswa-siswi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pendidikan di kalangan pelajar.*
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










