Upaya Pelestarian TNK, BPOLBF dan BTNK Berkoordinasi Siapkan Kebijakan Proaktif - FloresPos Net

Upaya Pelestarian TNK, BPOLBF dan BTNK  Berkoordinasi Siapkan Kebijakan Proaktif

- Jurnalis

Jumat, 23 Februari 2024 - 08:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengadakan Rapat Koordinasi terkait Daya Dukung dan Daya Tampung kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Rapat yang diadakan secara hybrid pada Kamis (22/02/ 2024) siang itu bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah efektif untuk upaya pelestarian dan pengelolaan TNK sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) yang juga dimanfaatkan untuk aktivitas berwisata.

Frans Teguh, Plt. Dirut BPOLBF pada rapat itu menyampaikan bahwa posisi strategis TNK sebagai area konservasi perlu menjadi perhatian khusus terutama terkait kaidah-kaidah ekologis.

“Benar bahwa kawasan TNK juga dijadikan sebagai detinasi wisata, namun yang juga sangat penting adalah bagaimana kita harus menjaga keseimbangan ekologis dari kawasan tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius karena kita tidak ingin TNK itu terjebak dengan apa yang disebut dengan over tourism. Jadi, mari kita coba lebih awal dengan kebijakan yang proaktif sesuai dengan diagnosis yang ada,” jelas Frans Teguh.

Baca Juga :  Meningkat, Pertumbuhan UMKM di Manggarai Barat

Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga juga senada. Kata dia, sebagai upaya konservasi, BTNK juga tengah merancang aplikasi bernama Si Ora yang ke depannya dapat menjadi tools untuk mengontrol daya dukung dan daya tampung di kawasan TNK.

“Saat ini BTNK sendiri sedang merancang sebuah tools, sebuah aplikasi yang nantinya akan bisa digunakan sebagai sistem untuk mengontrol daya dukung yang bisa diterapkan secara konsisten,” ungkap Hendrikus Rani Siga dalam rapat tersebut.

Rakor ini melibatkan tiga narasumber yakni Prof. Dr. Chafid Fandeli, MS.; Prof. Dr. Djanianton Damanik, M.Si.; dan Dr. Ir. Muhamad, ST., MT., IPU., ASEAN, Eng. Ketiganya memberi beberapa insight dan perspektif mendalam terkait beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti daya dukung dan daya tampung berdasarkan lokus, zonasi, dan aspek-aspek lain yang turut berpengaruh.

Prof. Chafid Fandeli menyampaikan bahwa perhitungan daya dukung dan daya tampung di TNK perlu dilihat dari kapasitas masing-masing zona dan tidak hanya pada zona inti.

Baca Juga :  BRI Akan Setorkan Dividen Kepada Negara  Rp11 Triliun

Carryng Capacity Taman Nasional Komodo perlu dihitung dari setiap zonasi dan kebutuhannya untuk kedatangan wisatawan seperti pada Core Zone, Buffer Zone, Ekstensideus Zone, Intensideus Zone, Traditional Zone,” ujar Prof. Chafid Fandeli yang merupakan Guru Besar Kehutanan UGM dengan bidang keahlian Konservasi Sumber Daya Hutan/Kepariwisataan Alam tersebut.

Prof. Janianton Damanik yang merupakan Guru Besar Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM juga menyampaikan bahwa dalam mengukur Carrying Capacity perlu melihat dari sisi supply dan demand serta aspek lain seperti Physical Carrying Capacity, Environmental Carrying Capacity, Social, and cultural Carrying Capacity dalam waktu yang berbeda-beda.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, BPOLBF akan berkoordinasi dengan BTNK mengenai hasil kajian-kajian sebelumnya yang sudah dilakukan untuk bersama- sama disempurnakan kembali.

Hadir secara online dalam rapat tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, perwakilan dari BTNK. Dan hadir langsung Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF dan Direktur Pemasaran BPOLBF. *

Penulis: Andre Durung I Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka
Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik
Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk
Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:21 WITA

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA