BAJAWA, FLORESPOS.net-Pelatih Basket bertangan dingin Rudolf Aqroz Wogo, S. Pi yang sering disapa Rudi Wogo berhasil mengantar tim Basket Putri Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik (SMASK) Regina Pacis Bajawa 7 kali menjadi juara pada ajang Honda Developmental Basketball League (Honda DBL) East Nusa Tenggara Series.
Rudi Wogo seorang pengusaha muda dan juga politisi Partai Gerindra ini kembali mengantar Srikandi Basket Recis Bajawa menjadi juara yang ketujuh kali setelah mengalahkan SMAS Katolik Giovanni Kupang.
Kehadiran Tim Basket Putri Recis yang meraih juara ketujuh tersebut disambut keluarga besar sekolah tersebut,Sabtu (27/1/2024) setelah dijemput di Watujaji dan berarak menuju SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa dan diterima Plt. Kepala Sekolah Petrus Yosep Leo, jajaran guru dan pegawai serta siswa dan siswi sekolah tersebut.
Pelatih Basket Recis Bajawa Rudi Wogo kepada Florespos.net di ruang kerja Kepsek SMA Recis Bajawa mengatakan, Srikandi Basket Recis Bajawa pernah menjuarai basket putri pada 2015, 2017, 2018, 2019, 2021, 2022 dan kembali meraih kejuaraan pada kompetisi yang sama di Kupang pada kejuaraan Honda DBL East Nusa Tenggara Series 2023 di Kupang.
Ditanyai tentang sikapnya yang konsen dengan SMA Recis Bajawa dikatakan bahwa hal tersebut dilakukan karena adanya kesamaan visi yaitu membentuk dan menciptakan generasi muda yang hebat di masa depan.
Menurutnya bahwa Basket adalah sebuah sarana bukan menjadi tujuan di mana melalui basket dilakukan pembentukan karakter dan menghasilkan anak-anak yang berkompeten.
Ada tiga standar yang harus dimiliki yaitu pengetahuan, skill dan attitude.
Dalam meraih kejuaraan 7 kali di mana 6 kali berturut-turut diakuinya bawah tim basket Putra selalu gagal meraih juara menurutnya bahwa tim Putra juga telah memberikan yang terbaik namun momen meraih juara belum terwujud.
Dari pengetahuan dan skill tim Putra juga telah menunjukkan performance terbaiknya namun dari sisi mental perlu diperbaiki.

Sebagian pemain Putra yang tinggal dengannya terus ditempa untuk mempunyai kemampuan baik pengetahuan, skill dan attitude.
Ada yang bisa berubah ketika melihat dirinya namun ada yang tidak mempunyai kesadaran diri untuk berubah.
Aktivis Gereja dan saat ini merupakan ketua KADIN Kabupaten Ngada ini menjelaskan tidak sekedar menjadi pelatih namun dirinya juga berkorban mengeluarkan biaya pribadinya untuk kegiatan basket ini.
Secara pribadi dikatakan bahwa hasil yang mau dicapai bukan masalah ada atau tidak namun yang jadi masalah berguna atau tidak.
Dirinya ingin agar hidup itu berguna bagi orang lain dan hal tersebut menjadi tujuan.
Apa yang dilakukannya juga ingin menunjukkan kepada generasi muda yang dibinanya untuk bisa juga berguna bagi orang lain kedepannya.
Tentang olahraga bola basket di Kabupaten Ngada menurutnya membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih baik.
Hal yang juga sangat penting adalah ekonomi yang lebih baik karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan fisik anak.
Apabila anak berasal dari latar belakang ekonomi serta nutrisi yang seimbang akan bertumbuh kembang dengan fisik yang lebih baik karena olahraga bola basket menuntut fisik yang bagus sehingga persoalan ini harus menjadi perhatian khusus.
Keterlibatan sektor lain yang mendukung termasuk peningkatan ekonomi masyarakat di dunia olahraga apapun akan dapat berkembang dengan baik pula.
Pada kesempatan yang sama Plt.Kepsek SMA Recis Bajawa Petrus Yosep Leo mengatakan bahwa tanpa mengabaikan kegiatan ekonomi kekuatan yang ada di sekolah adalah ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler dibentuk lewat tim baik dalam sekolah maupun dari luar.
Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan setiap sore hari dan siswa diberikan kebebasan untuk memilih dan memfasilitasi untuk berbagai kegiatan di luar sekolah hingga ke level nasional.
Harapannya agar anak-anak mempunyai karakter yang betul-betul berkualitas untuk masa depan mereka.
Khusus untuk bola basket pihak sekolah memberikan apresiasi yang tinggi bagi sosok Rudi Wogo di mana tidak sekadar melatih anak untuk menjadi pemain yang hebat namun motivasi selalu diberikan terhadap kemampuan anak.
“Sekolah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Rudi Wogo atas pendampingan yang luar biasa ini,” ungkapnya. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Anton Harus










