ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan SMAK Syuradikara menggelar Workshop Nasional Penguatan Kapasitas Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, Senin dan Selasa (8-9/1/2024) di Aula SMAK Syuradikara.
Workshop ini menghadirkan pembicara atau pemateri nasional yang juga Guru Besar Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana.
Pada kesempatan itu, Prof. I Wayan mengajak para guru dan pendidik SMA Swasta Katolik Syuradikara untuk berdiskusi dan berefleksi bersama mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Dikatakanya bahwa workshop adalah intervensi khusus kepada guru untuk meningkatkan kapasitasnya. Kegiatan ini juga mesti dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan evaluasi dan refleksi.
Prof Wayan mengatakan ada tiga poin penting adalah intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Prof Wayan mengatakan bahwa ketika SMA Swasta Katolik Syuradikara menjalankan IKM berbagi atau mandiri berbagi, maka para guru berhak melakukan sosialisasi ke tempat lainnya.
Para guru SMAK Syuradikara mampu menularkan ini karena Sumber Daya Manusia para guru Syuradikara sangat luar biasa.
Untuk itu, para guru penggerak atau para guru yang masih sedang dalam proses sebagai calon guru penggerak bisa menularkan pengalaman yang sudah diperoleh selama mengikuti program guru penggerak.
Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, mengatakan, workshop ini membantu para guru dan pendidik memiliki pemahaman yang sama tentang Implementasi Kurikulum Merdeka.
“Kita belajar bersama Prof Wayan untuk meningkatkan persiapan, pemahaman, dan keterampilan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,” ungkap Bruder Kris.
Kata Bruder Kris, para guru SMAK Syuradikara telah mempraktikkan Kurikulum Merdeka selama dua tahun.
Pada tahun 2024 ini, lembaga pendidikan yang dipimpinnya lebih fokus menggali nilai-nilai refleksi dan evaluasi bersama Prof Wayan agar guru dan pendidik memiliki tujuan bersama dan seorang guru harus punya kemampuan memotivasi dan menginspirasi siswa.
Bruder Kris mengajak para guru Syuradikara terus belajar dan berkembang secara profesional.
Hendra Ragha, calon guru penggerak mengatakan workshop ini untuk memperkaya kemampuan guru.
Prof Wayan menjadi dokter yang mendiagnosis penyakit para guru dan berusaha menyembuhkan penyakit tersebut.
Hendra berharap, dengan kegiatan workshop, para guru bisa lebih berdaya dan benar-benar punya kapasitas dalam menjalankan Kurikulum Merdeka secara profesional ke depan. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando










