Oleh: RD. Donnie Migo
Rabu, 22 November 2023
(Peringatan Wajib Santa Sisilia)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Pada hari ini kita memperingati Santa Sisilia, pelindung paduan suara dan musik gerejawi.
Salah satu cerita yang terkenal dari kesaksian hidup orang kudus ini, yakni ketika ia mengundang suaminya, Valerianus untuk bertobat.
Namun Valerianus akan bertobat jika ia dapat melihat malaikat. Lalu Valerianus memberi dirinya dibaptis oleh Paus Urbanus.
Ketika tiba di rumah, dia melihat Sisilia sedang berdoa di kamar dengan didampingi oleh seorang malaikat yang sedang meletakkan sebuah mahkota di atas kepada Sisilia.
Penampakan ini mengubah hidup Valerianus, ia bersama Sisilia dengan tekun menguburkan jenazah orang kristen yang dibunuh dan dengan tegas membela imannya, sehingga pada tahun 230 Sisilia dipenggal dan menerima mahkota kemartiran.
Keberaniannya untuk tampil dan kedekatannya dengan para malaikat menjadikan hidupnya sebagai madah pujian maka dia dihormati sebagai pelindung paduan suara dan musik gerejawi.
Dengan pengorbanannya, Santa Sisilia menjadi berkat bagi sesama. Pesan ini juga terdapat dalam injil Lukas pada hari ini (19:11-28) di mana Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang yang memberikan mina (uang) kepada hamba-hambanya dan berharap agar mereka dapat berdagang dan menghasilkan laba.
Dari antara para hamba itu, ada seorang yang tidak berani untuk berdagang karena ia takut akan kekejaman tuannya. Sementara yang lainnya, berani untuk berdagang dan menghasilkan laba.
Dari perumpamaan yang dikatakan Tuhan Yesus ketika sudah dekat Yerusalem ini, sebenarnya memiliki makna yang kuat, yakni sebentar lagi Dia akan pergi dari antara mereka maka Tuhan berharap agar para murid dapat menyadari apa saja yang telah mereka terima entah dari pengajaran maupun dari kesaksian hidupnya, sehingga mereka dapat dengan berani melanjutkan panggilan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Tuhan menghendaki agar berkat yang telah mereka terima dibagikan kepada orang lain, sehingga berkat itu menjadi berlipat ganda.
Keberanian untuk bersaksi dan melipatgandakan berkat Allah juga nampak dalam bacaan dari Kitab Kedua Makabe hari ini (7:1,20-31).
Di mana seorang ibu yang berani untuk memberikan kekuatan kepada anaknya agar jangan mudah mengadaikan imannya hanya demi kesenangan di dunia ini, tetapi berusaha untuk mempertahankan iman sehingga beroleh harta abadi dalam surga.
Marilah saudara-saudariku, bertolak dari kisah Santa Sisilia dan bacaan-bacaan suci hari ini, kita dapat menyadari apa yang telah kita terima dari Tuhan berupa bakat, kemampuan maupun sesuatu yang ada pada kita untuk kita gunakan demi mendatangkan berkat bagi sesama.
Ketika kita berusaha agar sesama menerima berkat, maka pada saat itu berkat yang ada pada kita akan berlipatganda. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










