Oleh: RD. Donnie Migo
Selasa, 5 Desember 2023
(Selasa Adven I)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Injil Lukas hari ini (10:21-24) menggarisbawahi tema tentang syukur. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita bagaimana harus bersyukur.
Hal yang paling utama dalam ungkapan syukur bukan sekedar memuji Allah tetapi menempatkan Allah pada posisi sebagai penguasa surga dan dunia yang telah menunjukkan kasihNya kepada kita orang-orang yang penuh dengan noda dosa.
Tuhan Yesus mengucapkan syukur ini untuk menyadarkan kita bahwa dalam perziarahan kita selama masa adven, kita perlu mendedikasikan waktu untuk menemukan sejauh mana kita sudah bersyukur atas apa yang kita alami dan kita terima.
Sebab ciri khas orang beriman yakni bersyukur atas apa yang ia miliki. Kalau orang yang tidak beriman, mungkin dia akan puas dengan apa yang telah ia capai tetapi seorang yang beriman akan bersyukur apa yang ia terima, karena ia sadar bahwa semuanya itu berkat penyertaan Ilahi.
Bersyukur juga bagian dari sikap berjaga. Sebab dengan menemukan momen-momen untuk bersyukur maka kita dapat “mengisi” waktu berjaga kita dengan doa dan puji-pujian, maka selagi kita baru memasuki hari kedua di minggu adven yang pertama, maka mari kita luangkan waktu untuk bersyukur.
Selain itu, doa syukur yang Tuhan Yesus panjatkan yakni karena para muridNya telah mengenal dan melihat seperti siapakah Alhmasih yang dijanjikan itu, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang telah kalian lihat.”
Pengalaman ini merupakan dasar iman kristiani yang berkembang hingga saat ini. Oleh sebab itu, panggilan untuk bersyukur adalah ajakkan untuk menyadari siapa pencipta kita dan ungkapan kebahagiaan hati kita karena Tuhan hadir dalam setiap langkah hidup kita. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










