ENDE, FLORESPOS.net-Sekolah Menengah Kejuruan Katolik (SMKK) Muktyaca Ende merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-60.
Sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Bina Wirawan (Yasbin) ini menggelar berbagai kegiatan sejak bulan lalu dan melibatkan alumni.
Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan bazar dan pementasan seni serta fashion show antar sekolah di Kabupaten Ende.
Kegiatan fashion show merupakan akhir dari rangkaian kegiatan ulang tahun yang dilaksanakan di sekolah pada Sabtu (14/10/2023).
Sebelumnya ada perayaan ekaristi syukur atas HUT ke- 60 di gereja paroki St Yosef Onekore dan dilanjutkan dengan rama tanah sederhana di sekolah.
Kepala SMKK Muktyaca, Sr Stanisia CIJ kepada Florespos.net pada kegiatan bazar dan pementasan seni di sekolah, Jumat (13/10/2023) malam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat menyukseskan kegiatan sejak awal.
“Seluruh kegiatan yang kami rencanakan dan kami canangkan berjalan dengan baik. Kegiatan ini akan diakhiri dengan lomba fashion show antar SMA yang diikuti oleh 17 sekolah,” katanya.
Dikatakan Sr Stanisia CIJ, kegiatan ini berjalan dengan baik karena sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu.
Saat perayaan usia emas sekolah pada sepuluh tahun lalu, sekolah, yayasan serta alumni mencanangkan Muktyaca selalu menjadi yang terbaik dari waktu ke waktu.
Komitmen bersama yang sudah dicanangkan itu terbukti pada setiap tahun. Setiap tahun Muktyaca selalu mengalami perubahan dalam segala aspek salah satunya adalah jumlah siswa yang terus meningkat dan pada tahun mencapai tujuh ratus lebih siswa dari 4 program.
“Pada tahun ini ada perubahan yang luar biasa pada jumlah siswa. Jumlah ini menjadi sejarah sejak Muktyaca berdiri,” katanya.
Pada perayaan 60 tahun ini, Sr Stanisia CIJ tetap optimis membawa Muktyaca selalu menjadi terbaik dari waktu ke waktu dalam segala aspek. Muktyaca menargetkan pada dua tahun kedepan jumlah siswa mencapai seribu lebih.
“Kami terus berbenah untuk tetap menjadi yang terbaik. Kami targetkan jumlah siswa bisa mencapai seribu lebih,” kata Sr. Stanisia, CIJ. *
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus










