Fairkah, Kejaksaan Hanya Tersangkakan HS dan IS? - FloresPos Net

Fairkah, Kejaksaan Hanya Tersangkakan HS dan IS?

- Jurnalis

Selasa, 12 September 2023 - 16:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Marianus Gaharpung

MATA publik Nian Tana kini diarahkan kepada Bendahara Dinas PKO Sikka ketika HS mantan Kadis dan programer program Dinas PKO Sikka, Jumat 8 September dinaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana sertifikasi guru swasta dan negeri di Kabupaten Sikka.

Pertanyaannya, apakah bendahara hanya dijadikan saksi dalam dugaan korupsi dana sertifikasi guru?

Dalam kajian tindak pidana selalu berawal dari niat (mens rea) yang dilakukan oleh orang atau beberapa orang dalam keadaan sehat atau tidak sakit ingatan (gila).

HS, IS serta bendahara semua keadaan sehat dalam arti mengetahui akibat hukum dari perbuatan tersebut. Actus reus (perbuatan/tindakan). Dalam hal ini HS, IS dan bendahara melakukan peran masing-masing.

HS sebagai Kepala Dinas dan Kuasa Pengguna Anggaran di dinas memerintahkan bendahara keluarkan cek unk ditandatangani agar uang para guru diambil tunai. Padahal norma melarang dan wajib nontunai (transfer) ke rekening para guru.

Pertanyaannya apakah bendahara diancam diintimidasi oleh HS agar harus mencairkan uang?

Ternyata tidak artinya bendahara ada jedah waktu untuk berpikir bahwa perintah HS adalah melawan hukum mengapa tidak menolak perintah HS karena tindakan itu melawan hukum.

Baca Juga :  Politik Dinasti, Apa Kabar Demokrasi?

Setelah dicairkan oleh bendahara uang tersebut diserahkan ke IS. Uang itu oleh IS diserahkan kepada HS dua tahap sehingga IS menerima uang tanda jasa 52 juta lebih dari total 600 juta lebih.

Dugaan rangkaian modus (kejahatan) sudah terpenuhi sehingga berdasarkan minimal dua alat bukti yakni saksi korban para guru, bukti cek pencairan dana, bukti pemerikaan inspektorat, keterangan saksi IS, IR serta HS sebelum ditingkatkan menjadi tersangka, maka penetapan HS, IS sudah logic dan argumentatif.

Dari rangkaian perbuatan ini, maka wajar publik Nian Sikka resah dan gelisah apakah bendahara tidak dijadikan tersangka dalam kasus dana sertifikasi guru?

Jika dilihat dari peristiwa hukum tersebut mulai adanya niat (mens rea), perbuatan (actus reus) dan kesepahaman berpikir (meeting of minds), maka ketika HS dan IS dijadikan tersangka maka ada dugaan bendahara ikut dimintakan pertanggungjawaban hukum atas dugaan korupsi dana sertifikasi guru.

Jika tidak rasanya tidak utuh (jomplang) penetapan tersangkanya. Sebab kajian tindak pidana korupsi adalah kerugian negara (uang) yang diselewengkan oleh pejabat tata usaha negara.

Baca Juga :  Kontribusi Gereja Katolik Melestarikan Lingkungan Hidup Melalui Ensiklik Laudato Si

Jika berbicara uang harus berawal bendahara yang diberikan kewenangan menerima, mengeluarkan dan mencatat segala sesuatu berkaitan dengan uang di dinas.

Sebagai referensi kasus dana BTT BPBD Sikka dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang tidak terbukti bahwa bendahara pembantu menerima uang alias menguntungkan dirinya tetap saja dinyatakan bersalah karena menerima mengelola uang tersebut melanggar hukum sehingga negara mengalami kerugian.

Oleh karena itu, tidak mendahului keputusan Kajari Sikka Fatoni Hatam terhadap status bendahara dinas PKO sebagai saksi atau dinaikan jadi tersangka tetapi dari aspek logika hukum, maka bendahara harus segera dipanggil dan diperiksa. Agar tidak diduga Kajari dan jajarannya tebang pilih menindak pelakunya.

Dan, sangat boleh jadi ketika gelar persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang maka majelis hakim akan bertanya mengapa bendahara tidak dimintakan pertanggungjawaban hukum atas peristiwa hukum ini.

Publik Sikka terus mengusik “fair”kah Kejaksaan hanya mentersangkakan HS dan IS atas dugaan tindak pidana dana sertifikasi guru negari dan swasta di Sikka. *

Penulis, adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Berita Terbaru