ENDE, FLORESPOS.net-Hari terakhir pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Universitas Flores (Uniflor) melaksanakan kegiatan jalan sehat bersama dan malam inagurasi di kampus.
Jalan sehat yang diikuti oleh ribuan mahasiswa, dosen dan karyawan (Dokar) itu dilaksanakan pada Kamis (7/9/2023) sore.
Pantauan Florespos.net, jalan sehat bersama mengambil titik star dari lapangan bola kaki Brimob Ende di jalan Gatot Soebroto Kota Ende melewati beberapa ruas jalan utama dan finis di lapangan futsal kampus 2 Uniflor.
Ketua Panitia PKKMB Uniflor, Yohanes P. Luciany kepada Florespos.net mengatakan, jalan sehat bersama dan malam inagurasi bersama adalah kegiatan penutup PKKMB yang dilaksanakan selama empat hari di kampus.
Dikatakannya pada malam inagurasi bersama tersebut panitia memberikan ruang kepada mahasiswa baru untuk menunjukan bakat atau potensinya.
“Pada kesempatan ini kita berikan ruang kepada mahasiswa baru untuk menunjukan bakat dan kemampuan. Ada yang menyanyi, drama. Panitia juga menggali informasi tentang bakat mahasiswa baru di bidang olah raga seperti bola kaki dan voly. Momen ini kita manfaatkan menggali bakat mahasiswa baru,” katanya.
Ketua panitia yang akrab disapa Yance juga mengatakan malam inagurasi tersebut ditutup dengan penyalaan api unggun.
Mahasiswa baru diberikan kesempatan menulis cerita buruknya semasa dibangku SMA kemudian dibakar. Tujuannya agar mereka meninggalkan cerita buruknya dan memasuki bangku kuliah dengan cerita baru.
“Kita pingin mereka meninggalkan cerita buruknya di SMA dan memasuki pendidikan orang dewasa dengan semangat baru,” katanya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniflor, Alfaro Remba mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung ke Uniflor.
Ia berharap agar mahasiswa baru cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.
“Selamat datang bagi teman-teman mahasiswa baru. Mari kita sama-sama berekspektasi dalam kampus Uniflor ini untuk menuntut dan mengejar ilmu pengetahuan,” katanya.
Aktvis GMNI ini juga juga mengharapkan kepada mahasiswa baru agar tidak lupa menjalankan perannya sebagai agen kontrol, agen perubahan bagi bangsa dan negara.
“Kita memiliki peran penting disitu, jangan lupa untuk tanamkan jiwa kita terhadap bangsa dan negara. Karena pada dasarnya pendidikan itu dihadirkan oleh bangsa untuk mencerdaskan anak bangsa dan anak bangsa kembali mencerdaskan bangsa itu sendiri,” kata Alfaro.*
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










