ENDE, FLORESPOS.net-Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD memimpin apel di sekolah, Senin (4/9/2023) pagi. Ia meminta warga SMAK Syuradikara menghidupkan budaya apresiasi terhadap satu dengan yang lain.
Bruder Kris Riberu, SVD meminta budaya apresiasi mesti dihidupkan di sekolah karena hal tersebut masih kurang nampak di sekolah yang dipimpinnya.
“Ada satu poin penting yang saya lihat dan itu masih kurang adalah soal budaya apresiasi. Ketika melihat dia cantik atau ganteng sulit sekali untuk mengapresiasi dengan mengatakan ‘kamu cantik’ atau ‘kamu ganteng’, katanya.
Kata Br Kris, apresiasi itu perlu dilihat secara keseluruhan sebagai bagian integral dari sebuah lembaga pendidikan SMAK Syuradikara.
Apresiasi itu seperti memberikan penghargaan kepada siswa- siswi yang berprestasi dan membanggakan.
Pada kesempatan itu, Br Kris memberikan penghargaan kepada sembilan siswa bergabung menjadi Paskibra baik di Kabuapeten Ende maupun Provinsi NTT.
“Kesembilan siswa-siswi menjadi Paskibra karena mereka mampu mem-branding-kan diri mereka, mengetahui mana potensi dan bakat mereka,” katanya.
Br Kris juga meminta warga sekolah menanamkan self-branding dari Syuradikara untuk sesama yang berada di luar serta membangun rasa percaya diri.
Lebih jauh, Br Kris meminta semua warga Syuradikara menjaga ibu bumi sebagai bagian dari salah satu matra khas Serikat Sabda Allah (SVD) yakni KPKC (Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Alam Ciptaan).
“Sebagai sekolah SVD, kita mesti menjaga ibu bumi dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjauhi sampah-sampah plastik,” tutupnya.
Anjelina Yam Ame Lobo, kelas XI.11, pembawa baki dalam Apel HUT RI ke-78 di Lapangan Perse Ende menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada lembaga SMAK Syuradikara yang telah mempercayakan dirinya bersama teman-teman untuk menjadi bagian dari Paskibra Kabupaten Ende.
“Terima kasih Bruder Kris, para guru, pendidik, teman-teman, dan khususnya Pak Sil yang telah melatih kami hingga terampil dalam baris-berbaris. Untuk apresiasi yang diberikan, kami bangga dan semoga ini menjadi pendorong untuk adik-adik lainnya,” kata Anjelina. *
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










