LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan kajian bantuan bagi 13 pemilik pondok kuliner di Sano Limbung yang terbakar baru-baru ini. Sano Limbung bagian dari Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng-Mabar.
Demikian dikatakan Bupati Mabar, Edistasius Endi, menanggapi FloresPos. Net di Labuan Bajo ibu kota Mabar, Kamis (31/8/2023), sehubungan dengan terbakarnya 13 pondok kuliner di kawasan hutan Sano Limbung, seperti dilansir media ini sebelumnya.
Bantuan darurat bagi 13 pemilik pondok kuliner di Sano Limbung, kata Bupati Edi, sudah diberikan oleh Pemkab Mabar beberapa jam pasca musibah kebakaran terjadi.
Namun Bupati Edi yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Mabar tersebut enggan merincikan lebih jauh terkait bantuan dimaksud.
“Pokoknya masih kaji,” ungkap Bupati Edi yang eks Ketua DPRD Mabar tersebut.
Secara terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, UKM dan Koperasi Mabar, Theresia P. Asmon, ungkapkan, pihaknya sedang telaah terhadap hasil kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar terkait musibah kebakaran 13 pondok kuliner di Sano Limbung.
“Surat kajian kebakaran di Sano Limbung dari BPBD sudah kami terima kemarin. Sekarang kami sedang telaah hasil kajian BPBD itu,” ujar Kadis Asmon.
Masih Kadis Asmon, sehubungan kebakaran 13 pondok kuliner di Sano Limbung, pihaknya hanya bicara UKM-nya saja, bukan yang lain. Itu menyangkut modal usaha kembali bagi 13 pemilik pondok kuliner bersangkutan.
Selanjutnya, beber Kadis Asmon, hasil telaahan itu akan dilaporkan kepada Bupati Mabar, Edistasius Endi. Karena hal dimaksud kelak berhubungan dengan anggaran, dana untuk modal, untuk memulai lagi usaha bagi 13 pemilik pondok kuliner di Sano Limbung tersebut, ujar Kadis Asmon.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mabar, Robertus Gardi, katakan, taksasi kerugian akibat musibah kebakaran 13 pondok kuliner di Sano Limbung Rp.100 juta lebih.
Hasil kajian BPBD sudah dikirim ke instansi-instansi teknis lingkup Pemkab Mabar, antara lain Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, UKM dan Koperasi. Hal dimaksud yakni terkait UKM-nya, kata Gardi.
Wakil Bupati Mabar, Yulianus Weng, sebelumnya, mengatakan, Pemkab Mabar mungkin akan beri bantuan modal kepada 13 pemilik pondok kuliner yang terbakar di Sano Limbung untuk memulai lagi usaha mereka.
Namun hal itu tidak boleh langgar aturan. Dan menyangkut ini BPBD Mabar yang tangani. Sedangkan bantuan darurat bagi 13 pemilik pondok yang terkena musibah kebakaran telah didrop Pemkab Mabab ke TKP beberapa saat pasca kebakaran. Bantuan berupa bahan makanan dan minuman, ujar Wabup Weng.
Sehubungan dengan kebakaran 13 pondok kuliner Sano Limbung, sumber-sumber di atas mengaku tidak tahu sebab-sebabnya. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










