MBAY, FLORESPOS.net-Inspektur Kodam (Irdam) IX/Udayana, Brigjen TNI Tatan Ardianto, S.I.P melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (29/8/2023) sore.
Dalam kunjungan itu, Brigjen Tatan didampingi Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deny Wahyu Setiawan dan sejumlah anggota TNI dari Kodim 1625/Ngada dan Koramil 1625-05/Aesesa.
Pada kunjungan itu, rombongan Irdam berkesempatan meninjau tanah Trans Angkatan Darat (Transad) di Desa Tonggorambang, Kecamatan Aesesa serta lokasi Bandara Surabaya ll. Rombongan didampingi Asisten l Setda Nagekeo Imanuel Ndun dan Kepala Bapelitbangda Kabupaten Nagekeo Kasmir Dhoy.
“Hari ini sesungguhnya kita menjalankan perintah Pangdam lX Udayana terkait dengan aset-aset milik TNI AD di Kodam lX di Wilayah Kodim 1625/Ngada yang mana kita memiliki aset tanah yang sudah ditempati anggota,” kata Brigjend Tatan.
Menurutnya, kunjungan itu guna memastikan aset tanah milik TNI AD yang ada di wilayah Desa Tonggorambang kondisinya masih aman sesuai dengan fakta ril di lapangan, sehingga tidak dikuasai oleh pihak lain.
Kehadiran TNI, kata Brigjend Tatan, seyogyanya membantu pemerintah daerah. Dengan demikian, wajib hukumnya TNI mendukung segala program dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat, salah satunya pembangunan Bandara Surabaya ll yang sudah diwacanakan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
“Wajib hukumnya TNI harus mendukung segala kebijakan pemerintah daerah,” katanya.
Setelah meninjau lokasi Bandara, rombongan Irdam berkesempatan ke Rujab Bupati untuk makan malam dan beraudiens dengan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do.
Bupati Don Bosco menyambut baik silaturahmi Kodam lX Udayana bersama rombongan.
Ia mengatakan, kunjungan itu guna memastikan, lahan milik TNI masih dalam kondisi aman, termasuk pasca TNI menghibahkan Tanah untuk pembangunan Bandara.
“Kami dari Pemerintah Daerah menyambut baik, terima kasih atas kunjungan ini, semoga apa yang dilihat hari ini sesuai seperti yang dilaporkan,” katanya.
Sebelumnya, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deny Wahyu Setiawan menegaskan, lokasi Bandara Surabaya ll yang dikaji Pemda Nagekeo melalui Bapelitbangda sudah memenuhi persyaratan sehingga layak untuk sebuah Bandara baik dari segi kesiapan lahan maupun kesiapan teknis lain.
Dandim menyebut, pasca dilakukan kajian, TNI menyampaikan hasilnya ke tiga Kementerian (Kemenhub, Kemenhan, dan Kemenkeu) guna melakukan kajian lebih lanjut untuk kepentingan pembangunan fisiknya.
“Sementara ini Pemda hanya melakukan kajian lokasi yang dibutuhkan itu sekian, tapi untuk kelayakan tanah perlu dikaji ulang lebih mendalam tiga kementerian. Ini nantinya akan melakukan kajian lebih panjang untuk menentukan rislah berapa yang akan dilaksanakan,” jelas Deny.
TNI Angkatan Darat, ujar Deny, pada prinsipnya, mendukung pembangunan bandara di bekas bandara peninggalan Jepang sebagaimana kajian yang dilakukan Bappelitbangda Nagekeo, sebab lokasinya strategis dan ideal.
Menurut Dandim, sudah ada kesepahaman soal Penlok, antara Penlok 1 tahun 2011 dengan Penlok 2 tahun 2021. Sebab, hampir 70-80 prersen Penlok 1 berada di tanah TNI, termasuk landasan pacu utama berada di atas tanah TNI. Sedangkan fasilitas pendukungnya seperti taxiway berada di tanah warga.
Sementara itu, kata Dandim, Penlok 2 tahun 2021 berada di tanah Pemda Nagekeo, sedangkan, sarana pendukungnya berada di tanah TNI, sehingga, pihak TNI mendukung Pemda Nagekeo untuk membangun bandara sesuai dengan Penlok 2. *
Penulis: Arkadius Togo / Editor: Wentho Eliando










