RUTENG, FLORESPOS.net-RS Pratama Reo di Kabupaten Manggarai, NTT, siap beroperasi dalam waktu tidak terlalu lama lagi pasca keluarnya izin operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Kepada Florespos.net melalui telepon Rabu (24/8/2023), Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan mengatakan, legalitas pengoperasian RS Pratama Reo telah tuntas diurus sehingga siap melayani kesehatan masyarakat.
“Terbaru, telah ada nomor registrasi dari Kemenkes RI, yakni 5313037. Harus ada nomor ini baru bisa melayani publik,” katanya.
Menyusul terbitnya nomor registrasi ini, kata Kadis, beberapa waktu terakhir telah dilakukan visitasi langsung ke RS Pratama Reo dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT guna mengecek detail segala sesuatunya di rumah sakit yang dibangun tahun lalu ini.
Dikatakan, perizinan lain yang telah tuntas diproses adalah soal kelayakan dan fungsi bangunan yang diterbitkan Dinas Pekerjaan Umum setempat. Prosesnya jalan bagus hingga adanya rekomendasinya.
Menurutnya, izin lingkungan pun sudah terbit pasca perangkatan dan peralatan incenerator telah diadakan dan dipasang yang dibiayai proyek tahun ini.
Ditanya bagaimana persiapan riil agar pelayanan kesehatan bisa dilaksanakan, Kadis Hermopan menjelaskan, untuk personel sebetulnya sudah lama dilakukan. Sosialisasi sudah berkali-kali. Malah, hingga menetapkan orang-orang yang bekerja di rumah sakit itu nantinya.
Saat ini, demikian Kadis Hermopan, fokus kerja pada penyusunan peraturan Bupati tentang struktur organisasi RS Pratama Reo. Jika sudah beres, minggu depan akan diasistensi ke Biro Organisasi Pemprov NTT.
“Kita juga sedang fokus melakukan persiapan internal rumah sakit untuk memulai pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Persiapan itu seperti penentuan standar operasional pelayanan (SOP), alur pelayanan, hospital law, dan lain-lain.
Sekretarisnya Marten Oman sebelumnya mengatakan, personel yang bekerja di rumah sakit pertama di wilayah Pantura Manggarai raya itu sudah ada karena sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.
“Dengan itu, begitu dilakukan peresmian, semua sudah jalan dengan baik, terutama sumber daya kesehatan untuk memulai pelayanan,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










