MAUMERE, FLORESPOS.net-Ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjalani terapi penyembuhan di Panti Santa Dymphna Maumere antusias mengikuti misa syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-78, dipimpin RP. Stefanus Tangi, O.Carm, di panti setempat, Kamis (1/8/2023).
Ratusan ODGJ didampingi para perawat dan psikolog sangat antusias memasuki aula tempat di mana perayaan ekaristi berlangsung. Ada di antara mereka yang memekikkan kemerdekaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
ODGJ juga tampak antusias turut menyanyikan beberapa lagu liturgis bersama anggota kor gabungan perawat, psikolog dan karyawan panti yang dipimpin Staf Teknis Panti Stefanus Mado Badin.
Tampak setia mendampingi ODGJ selama perayaan syukuran kemerdekaan RI, Pemimpin Panti Suster Lucia, CIJ dan beberapa karyawan panti, dan beberapa karyawan panti.
Berguru pada Yesus Kristus
Stefanus Tangi, O.Carm atau yang akrab disapa Romo Avent dalam homilinya antara lain meminta warga binaan panti yang hadir berguru pada sosok Yesus Kristus yang senantiasa total mengabdi bagi orang-orang kecil, dan selalu menegakan keadilan, kebenaran, dan nilai-nilai positif lainnya untuk umat yang dipimpinnya.
Romo Avent juga menggarisbawahi penting komitmen bersama menghilangkan segala bentuk penindasan, dan berani memperjuankan keadilan dan hak-bak hidup semua elemen warga, termasuk ODGJ.
“Kita harus berjuang untuk meniadakan segala bentuk penindasan dan pelbagai upaya pengkerdilan terhadap sesama, termasuk ODGJ. Kita juga berani memperjuangkan hak-hak mereka sehingga mereka bisa menikmati buah-buah kemerdekaan,” katanya.
Romo Avent mengingatkan semua pihak untuk meneladani kepemimpinan Yesus dan mengalami kemerdekaan sejati sebagai anak-anak Allah dengan melaksanakan pelbagai kewajiban sebagai warga negara dan warga gereja.
“Kita harus meneladani kepemimpinan Yesus yang selalu memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kemerdekaan sejati sebagai anak-anak Allah,” katanya.
Butuh Dukungan Elemen Warga
Kepala Panti Santa Dymphna, Suster Lucia, CIJ kepada media ini mengemukakan bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini sedang menampung dan menghidupi 129 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari pelbagai kabupaten di Flores dan luar Flores.
Dalam upaya memaksimalkan pendampingan, Suster Lucia meminta dukungan pemerintah, terutama Pemkab Sikka dan donatur agar terus berkontribusi memberdayakan ODGJ dan memenuhi hak-hak mereka, terutama hak untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Kami berharap agar pemerintah dan para donatur tetap mendukung usaha-usaha kemanusiaan yang kami lakukan terhadap para ODGJ yang kami tangani saat ini,” kata Suster Lucia yang juga Direktris Yayasan Bina Daya St. Vinsensius Cabang Sikka (YASBIDA) Maumere.
Suster Lucia, CIJ mengemukakan pihak Panti dan Yayasan telah berupaya maksimal untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset dan usaha-usaha produktif untuk menghidupi penghuni panti, namun hasilnya , masih jauh dari biaya yang dibutuhkan.
Suster Lucia menyebut ada tiga kendala yang dihadapi panti.
Pertama, kekurangan dana terutama untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan upah pegawai, karyawan, perawat dan tenaga psikologi yang jumlahnya Rp400 juta per bulan.
Kedua, pada masa ini sulit mendapatkan donatur tetap yang bersedia untuk bekerja sama bagi pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental.
Ketiga, pada umumnya para penyandang disabilitas di sini berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga kontribusi dan partisipasi keluarga sangat minim.
Keempat, bantuan yang diperoleh dari Pemerintah, sifatnya tidak tetap.
“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan. Untuk kemajuan dan pelayanan yang maksimal kami selalu megharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama donatur/pencinta ODGJ,” kata Suster Lucia. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










