MAUMERE, FLORESPOS.net-Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka mengalami penurunan.
Bila dibandingkan dengan dengan Pilkada Sikka tahun 2018 maka tingkat partisipasi pemilih dalam Pillkada Sikka tahun 2024 terjadi penurunan sebesar hampir 14 persen.
“Pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya lumayan besar sehingga perlu dicari tahu apa permasalahannya,” harap Yohanes Krisostomus Feri mantan Ketua KPU Sikka periode 2019-2024, Senin (24/2/2025).
Feri mengatakan, pada Pilkada Sikka tahun 2024, sehari jelang pemungutan suara masih terdapat sekitar 3 ribu orang yang belum merekam KTP elektronik sehingga perlu ada perbaikan.
Ia paparkan, Pilkada Sikka tahun 2018 dengan jumlah DPT sebanyak 187.672 pemilih, yang menggunakan hak pilih sebanyak 159.454 sementara yang tidak memilih sebanyak 28.218.
“Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Sikka tahun 2018 sebesar 84,96 persen.Bila dibandingkan dengan partisipasi pemilih dalan Pilkada Sikka tahun 2024 maka mengalami penurunan sekitar 14 persen,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Vianey Tinton, Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) selaku salah satu naras umber dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Evaluasi Pemilih Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2024.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan KPU Kabupaten Sikka ini, Tinton menyoroti partisipasi pemilih dalam Pilkada Sikka tahun 2024 yang hanya sebesar 70,24 persen.
Ia menyebutkan, dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 244.838 yang menggunakan hak pilih sebanyak 172.967 orang dan yang tidak ikut memilih berjumlah 71.871 orang.
“Perlu ada kajian atau penelitian kenapa tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan sehingga bisa diketahui apa permasalahannya. Bahkan partisipasi pemilih saat pileg dan pilpres lalu saja lebih besar dari Pilkada Sikka,” ucapnya.
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










