MAUMERE, FLORESPOS.net-Sejak pagi, Jumat (24/10/2025) ratusan warga di Kecamatan Nita mendatangi kantor Camat Nita guna mengurus pencairan dana bantuan pemerintah yakni Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Rata-rata penerima yang berusia lanjut termasuk para duda dan janda tersebut datang membawa foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto copy Kartu Keluarga (KK).
“Saya sudah sejak tahun lalu dapat bantuan dana dari pemerintah Rp200 ribu sebulan. Terima uangnya 3 bulan sekali Rp600 ribu,” sebut Klemensia Kartini, warga Desa Nita, Kecamatan Nita, Jumat (24/10/2025).
Klemensia mengaku sejak tahun 2024 lalu mendapatkan dana bansos tersebut yang disalurkan melalui Kantor Pos dan Giro namun tahun 2025 ini pencarian dananya melalui Bank BRI.
Ia mengaku harus membesarkan anak-anaknya seorang diri semenjak sang suami meninggal tahun 2013 lalu dimana dari 5 orang anaknya 2 orang sudah menikah sementara tiga lainnya belum menikah.
“Saya baru tahun lalu saja mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Sebelumnya tidak pernah mendapatkan bantuan dana sama sekaki sehingga anak-anak saya semuanya hanya tamat SMA saja,” ujarnya.
Agustinus Bonavasius Moat Baga petugas Bansos dari BRI Cabang Maumere mengatakan untuk 5 desa di Kecamatan Nita pencairan dananya dilakukan hari Jumat (24/10/2025) di Kantor Camat Nita.
Agustinus mengatakan, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau penerima Bantuan Sosial (Bansos) hanya membawa KTP dan KK asli serta foto copy agar dananya bisa lansung dibayarkan melalui transfer ke rekening bank.
“Kalau yang sudah ada nomor rekening bank maka dananya langsung ditransfer ke bank sementara bagi yang belum ada nomor rekening maka kami akan membuatkannya dan dananya langsung ditransfer,” ujarnya.
Agustinus memaparkan, total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berasal dari Desa Takaplager sebanyak 21, Ladogahar ada 13, Tebuk berjumlah 14, Wuliwutik sebanyak 13 dan Desa Nita berjumlah 61 sehingga total KPM sebanyak 153.
Dia mengatakan, para penerima beragam ada yang duda, janda, Lanjut Usia (Lansia), para pelajar, disabilitas dan ada juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mana pencairan dananya 3 bulan sekali.
“Uang dikirim masuk ke rekening masing-masing dan ada yang terima Rp600 ribu dan ada yang Rp900 ribu bahkan ada yang Rp2 juta lebih karena masing-masing KPM berbeda,” ungkapnya.
Kepala BRI Cabang Maumere I Nyoman Destrawan mengatakan, pihaknya hanya berperan sebagai bank penyalur Bansos saja sementara datanya berasal dari Kementrian Sosial.
Destrawan mengakui pencairan dananya agak terlambat karena ada peralihan sistem pembayaran dari Kantor Pos dan Giro ke BRI sehingga paling lama akhir bulan Oktober ini semua dana sudah dikirim ke rekening penerima.
“Kami juga siapkan petugas untuk melayani saat dilakukan proses pencairan dananya. Kami hanya bertugas sebagai penyalur dananya saja sedangkan data penerimanya berasal dari Kementrian Sosial,” ungkapnya.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan seluruh bantuan hanya diberikan kepada warga yang sudah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Oleh karena itu, masyarakat diminta memastikan data mereka sudah terdaftar melalui laman resmi. Untuk bulan Oktober 2025 terdapat pencairan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode Oktober-Desember 2025.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan senilai Rp200 ribu per bulan yang biasanya dicairkan secara rapel menjadi Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus.
Sementara untuk Program Keluarga Harapan (PKH), program ini menyasar ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia serta penyandang disabilitas berat.
Besaran bantuannya bervariasi dimana untuk ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp750 ribu per tahap, anak SD Rp225 ribu, anak SMP Rp375 ribu,anak SMA Rp500 ribu serta lansia dan disabilitas berat Rp600 ribu. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










