Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sikka Masih Marak - FloresPos Net

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sikka Masih Marak

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kekerasan terhadap perempuan dan anak terus mengalami peningkatan baik kasus yang ditangani oleh Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) maupun oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Pada tahun 2024, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sikka sebanyak 139 kasus dengan rincian, kekerasan terhadap anak 78 kasus dan terhadap perempuan dewasa 61 kasus.

“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Sikka masih tinggi,” ungkap Maria Angelorum Mayestati, seorang tokoh perempuan, Kamis (7/3/2025).

Mayestati dalam Musrembang RKPD Kabupaten Sikka Tahun 2026 di aula Sikka Convention Center (SCC), mengatakan, korban kekerasan marak sekali di Sikka baik kekerasan seksual maupun kekerasan fisik.

Baca Juga :  Kades Tilang Sukses Kembangkan Hortikultura dan Bina Masyarakat Bertani

Ia menyesalkan minimnya kebijakan anggaran terhadap perempuan termasuk anggaran untuk Wanita Rentan Sosial Ekonomi (Warsostek) sehingga masa kepemimpinan bupati dan wakil bupati Sikka yang baru perlu ditingkatkan.

“Banyak perempuan yang hidupnya sulit baik perempuan korban kekerasan, mereka yang ditinggal suami serta para janda yang hidupnya sulit,” ucapnya.

Mayestati berharap agar ada perbaikan di shelter untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak sebab ia menilai shelter yang ada belum representative.

Baca Juga :  Jumlah Hewan Kurban di Sikka Mengalami Penurunan

Ia berharap agar shelter korban kekerasan tersebut hendaknya dibuat lebih layak dan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu mendapatkan perhatian serius.

“Kepemimpinan bupati dan wakil bupati Sikka yang baru hendaknya berpihak terhadap perempuan dan anak,” pintanya.

Pemerintah Kabupaten Sikka pun telah berupaya dengan pembentukan UPTD PPA yang berada di bawah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua
Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende
Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara
BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT
Bingkisan Kasih Julie Laiskodat, 1 Ton Beras untuk Penyintas Lewotobi Laki-laki Seminari San Dominggo
Bupati Sikka Sebutkan Pemda Sikka Koordinasi Pesawat Angkut Jenasah Korban Penembakan KKB di Papua ke Maumere
Berita ini 348 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WITA

Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 20:34 WITA

Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka

Sabtu, 12 September 2026 - 20:29 WITA

Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 13:49 WITA

Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende

Sabtu, 12 September 2026 - 12:24 WITA

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Berita Terbaru