Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran - FloresPos Net - Page 2

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua, memicu polarisasi sosial. Hoaks berbasis sentimen politik dengan mudah memantik kebencian dan kecurigaan antarkelompok, serta mengoyak tenun kebangsaan yang dirajut susah payah oleh para pendiri bangsa.

Ketiga, mematikan nurani kritis. Ketika pemuda terbiasa disetir uang untuk menyuarakan narasi palsu, maka masa depan kepemimpinan bangsa akan diisi oleh mentalitas hamba bayaran, bukan negarawan yang berintegritas.

Jika praktik ini dibiarkan menjadi lumrah, Sumpah Pemuda lambat laun hanya akan menjadi ritual seremonial tahunan tanpa jiwa.

Baca Juga :  Ode untuk Flamingo yang Sedang Memudar (Menilik Psikologi di Balik "Pudarnya" Identitas Ibu)

Solusi: Menghidupkan Kembali Roh Sumpah Pemuda

Untuk membendung degradasi moral dan disinformasi ini, dibutuhkan langkah nyata yang kolaboratif dan konstruktif.

1. Penguatan Literasi Kritis dari Akar Rumput.
Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca teks. Ia harus bertransformasi menjadi literasi kritis.

Peran taman baca, komunitas pemuda, dan ruang belajar di kampung-kampung seperti Pondok Baca Kampung Kabor harus diperkuat sebagai benteng pertahanan intelektual. Anak muda harus dilatih melakukan cross-check, verifikasi informasi, dan berpikir analitis agar tidak mudah disetir provokasi hoaks.

Baca Juga :  Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

2. Restorasi Peran Moral Kampus dan OKP.

Kampus dan organisasi kemahasiswaan yang sah harus melakukan evaluasi total dan pembersihan internal. Pengawasan etik harus diperketat agar tidak ada pihak luar yang mendompleng nama mahasiswa untuk kepentingan politik praktis yang kotor.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:32 WITA