Kelima, sarana menyerap aspirasi. Menggunakan bus atau kereta memberi pejabat kesempatan untuk tetap membumi, merasakan langsung fasilitas publik yang mereka kelola, serta mendengarkan masukan warga.
Kebiasaan pejabat
Gambaran mendalam mengenai kebijakan dan kebiasaan transportasi pejabat publik di Swedia, Belanda, dan Jerman.
Swedia: Prinsip Lagom dan Transparansi Ketat
Swedia adalah salah satu negara dengan budaya politik yang sangat egaliter. Istilah lagom (cukup, tidak berlebihan) diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari pejabatnya.
Sebagian besar anggota parlemen (Riksdag) tidak mendapatkan mobil dinas pribadi atau pengawalan. Kebijakan resmi parlemen memberikan mereka kartu berlangganan bulanan/tahunan (SL-kort) untuk naik bus, trem, dan kereta komuter di Stockholm.
Mobil dinas beserta sopir umumnya hanya disediakan untuk Perdana Menteri dan dalam kondisi-kondisi khusus menteri luar negeri atau tamu negara atas alasan keamanan tinggi.
Para pejabat berangkat kerja berbaur dengan warga biasa tanpa pengawalan, membawa tas kerja sendiri, dan kerap menggunakan kereta antarkota jika ada perjalanan dinas di luar ibu kota.
Belanda: Budaya Sepeda dari Perdana Menteri hingga Menteri
Belanda terkenal dengan infrastruktur jalurnya yang sangat ramah pesepeda, dan budaya ini dipraktikkan langsung oleh pimpinan negaranya.
Editor : Wall Abulat










