Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026) - FloresPos Net - Page 3

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akhirnya di Watubala itu menjadi tempat pijak dan pusat kegiatan SOKAR. Panggilan dan perutusan Allah melalui CIJ dimulai di tempat itu. Umat dan masyarakat sekitarnya, terutama Penyandang Masalah Sosial diberdayakan dengan berbagai kegiatan pendampingan (bimbingan dan pelatihan).

Di Watubala, sebuah rungan untuk kursus/pelatihan seperti kursus menjahit, satu unit untuk poli klinik dan Rumah Biara CIJ yang disebut Komunitas Anjo Da Guarda dibangun.

Dari rumah komunitas ini, anggota CIJ berkarya, melakukan berbagai kegiatan sosial karitatif, pemberdayaan dan pelayanan pastoral lainnya bagi umat terutama “orang-orang kecil” (penyandang masalah sosial) yang membutuhkan pendampingan.

Baca Juga :  Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)

Kegiatan seperti menjahit, menyulam, merenda dan pelayanan kesehatan dilakukan oleh anggota CIJ di tempat ini. Semuanya itu dilakukan sebagai konkritisasi dari pemberdayaan dan misi keberpihakan CIJ terhadap orang kecil.

Sejalan dengan dinamika dan tuntutan zaman, SOKAR terus berkembang dan termodifikasi. Pada tanggal 29 Juni 1984, SOKAR Watubala diperbaharui menjadi sebuah Pusat Pengembangan Masyarakat (PPM). Pusat Pengembangan Masyarakat tersebut diberi nama: PPM St. Vinsensius.

Baca Juga :  Teme Pelang, Ritual di Kebun Adat Etnis Tana Ai

Tujuan PPM tersebut adalah memberdayakan/mendidik masyarakat untuk dapat meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

PPM St. Vinsensius pun dalam perjalanannya terus mengalami transformasi sejalan dengan tuntutan pemerintah. Pada tanggal 24 September 1986, PPM St. Vinsensius akhirnya diperbaharui menjadi sebuah lembaga formal dengan nama: Yayasan Bina Daya St. Vinsensius. CIJ meyakini bahwa visi dapat diraih dan misi bisa beroperasi jika keabsahan lembaga bisa dipertanggungjawabkan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Sabtu, 12 September 2026 - 20:10 WITA

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WITA

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA