Kesadaran akan keterbatasan itu membuat CIJ berpikir alternatif dan prospektif untuk membangun jejaringan dan kerja sama multi pihak dan multi sektor melalui lembaga sosial.
Melalui jaringan kerja sama, CIJ dapat bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun Kerajaan Allah dan memberdayakan masyarakat. Hal ini adalah panggilan Allah, perutusan Putera-Nya kepada para pengikut-Nya dan misi Kongregasi (CIJ).
Watubala dan Sokar, Tempat dan Kegiatan Pemberdayaan Perdana
Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (YASBIDA) sekarang ini bukan sebuah lembaga sosial yang sekali jadi. YASBIDA adalah sebuah lembaga yang terus berproses selaras dengan dinamika perkembangan zaman.
SOKAR dan WATUBALA adalah aktivitas dan tempat perdana sebelum YASBIDA menjadi sebuah lembaga formal dengan beberapa unit pelayanan dan berbagai kegiatan pemberdayaan dilakukan.
Singkat cerita, pada tanggal 24 Februari 1983, CIJ melakukan aksi sosial dengan nama SOKAR (Kegiatan Sosial Karitatif). SOKAR adalah aksi nyata keberpihakan terhadap Penyandang Masalah Sosial (PMS).
Kegiatan ini bertujuan agar PMS, seperti anak-anak putus sekolah akibat rendahnya pendapatan keluarga, kesempatan mendapatkan penddidikan yang rendah, akses pelayanan kesehatan yang minim dan rendahnya upah kerja wanita bisa dibantu. SOKAR ini adalah aktivitas pemberdayaan perdana dan cikal bakal terbentuknya Yayasan Bina Daya St. Vinsensius.
SOKAR berkembang pesat. Berbagai kegiatan sosial karitatif dilakukan tidak terbatas di kota Maumere tapi sampai di Watubala Kecamatan Waigete.
Editor : Wall Abulat










