Kisah Sukses Mantan Buruh Migran Asal Nagekeo Tanam Ribuan Naga di Manggarai - FloresPos Net

Kisah Sukses Mantan Buruh Migran Asal Nagekeo  Tanam Ribuan Naga di Manggarai

- Jurnalis

Senin, 3 Maret 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Naga Florianus Mega (tengah) memberikan kado buah naga kepada penulis dan salah satu konsumen di Ruteng, baru-baru ini. Foto.Istimewa.

Petani Naga Florianus Mega (tengah) memberikan kado buah naga kepada penulis dan salah satu konsumen di Ruteng, baru-baru ini. Foto.Istimewa.

Oleh: Walburgus  Abulat 

Florianus Mega atau yang disapa Rian lahir di Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 11 November 1970. Anak kelima dari enam bersaudara pasangan Thomas To dan Mama Maria Dhema memiliki bakat menjadi tukang bangunan alias buruh bangunan.

Ketekunannya  menjalani profesi sebagai buruh bangunan mengantarnya dilirik sejumlah rekanan untuk bergabung pada beberapa proyek pembangunan termasuk pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Maumere pada tahun 1992.

Kegigihannya menekuni profesi sebagai buruh bangunan membuat beberapa rekannya mengajaknya untuk mengadu nasib ke Negeri Jiran Malaysia tepatnya di Selangor, pada  Desember 1992.

Selama 10 tahun di Malaysia (1992-2002), ia bersama para tukang lainnya menyelesaikan lima  bangunan megah,  termasuk dua di antaranya gedung berlantai 15 dan berlantai 20.

Rian, demikian sapaan akrabnya selama di Malaysia mendapatkan upah sebesar 50 ringgit dalam sehari.

Bermodalkan pengalaman di Malaysia, Rian kemudian mengadu nasib ke Singapura sejak tahun 2002 hingga 2004. Di Singapura, Rian cs berhasil mengerjakan satu bangunan berlantai 15.

Meskipun mendapatkan upah berkecukupan di luar negeri, Rian saat itu tak melupakan keluarganya di Boawae, Kabupaten Nagekeo. Rian pun kemudian memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiranya pada  pertengahan tahun 2004.

Setelah beberapa pekan berada dalam sukacita keluargaya, Rian kemudian memilih mengadu nasib di Kalimantan pada tahun yang sama. Ia memutuskan berkerja di Kalimantan  setelah  mendapat pinangan dari PT Pipit Citra untuk bekerja sebagai pembelah kayu bersama beberapa rekan kerjanya.

Inilah beberapa tanaman naga yang dikembangkan oleh Florianus Mega di Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai.

Selama enam tahun di Kalimantan, Rian  bekerja sebagai buruh bangunan di Tarakan Kalimantan Timur, Balikpapan, Samarinda, dan Pulau Liago. Selama berkarya di Kalimantan, Rian gemar menabung.

Pada tahun 2010, Rian  kembali ke Boawae. Pilihan untuk kembali dilakukannya  setelah  ia menerima kabar bahwa  ayah  tercintanya Thomas To dipanggil Yang Mahakuasa alias meninggal dunia.

Meski dirundung duka, namun Rian saat itu tetap merajut asa untuk membangun ekonomi masa depannya. Tak heran dalam situasi duka itu, Rian memutuskan untuk   membawa kado dari Kalimantan berupa 20 stek/batang naga.  Stek Naga yang dibawanya hendak dibudidayakannya untuk   menjadi pundi-pundi rupiah membangun ekonomi keluarga di masa depan.

Usai melayat jenazah ayahnya, Rian kemudian mengagendakan  untuk mengunjungi adiknya bernama Maria Ailin  yang bersuamikan warga  Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai.

Uniknya saat itu, Rian membawa serta 20 stek naga untuk dikembangkan di Paka. Maksud baik Rian didukung oleh adiknya Maria Ailin.

Tak hanya menerima kehadirannya, Maria saat itu bahkan menjodohkan kakaknya itu dengan seorang gadis Paka bernama Gerda Imat yang saat ini menjadi istrinya dan sudah dikaruniai 6 orang anak.

Setelah menikah pada tahun 2010, Rian juga mulai mengembangkan tanaman Naga yang anakan/steknya ia bawa dari Kalimantan di atas areal milik keluarganya di Paka.

Pengembangan pembudidayaan naga dilakukannya secara bertahap. Awalnya ia menanam 20 stek di areal  sekitar kediamannya di Paka pada 2012.

Lalu, hasil pengembangan stek awal ini meningkat menjadi ratusan stek pada 2013. Areal pengembangan pun mulai meluas dari areal  berukuran 15X30 meter hingga areal pembudayaan seluas  1 hektare (ha) saat ini.

Jumlah stek naga yang dikembang pun meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 jumlah steknya pengembangan jadi 80 stek, tahun-tahun berikutnya meningkat mencapai  ratusan bahkan mulai tahun 2020 meningkat drastis menjadi ribuan tanaman Naga.

Baca Juga :  BPBD Manggarai Turun ke Lokasi Bencana Desa Mata Wae

Selain meningkat secara jumlah, Rian juga sejak tahun 2014 sudah mulai menikmati hasilnya. Pada tahun pertama, Rian dan keluarga memanen puluhan buah naga. Tahun berikutnya menjadi ratusan, dan dalam empat tahun terakhir jumlahnya mencapai  ribuan.

Fakta menunjukkan bahwa produksi buah naga yang diusahakan Rian meningkat drastis dalam empat tahun terakhir. Jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu atau sekitar 500 biji setiap kali memanen dengan catatan dalam sebulan bisa memanen minimal 4 kali.

Kalau dihitung secara rupiah, harga per biji minimal Rp10.000 atau empat biji dijual dengan harga Rp50.000. Ya,bisa dikalikan berapa penghasilan yang diraih mantan buruh migran  Malaysia dan Singapura itu.

Untuk mengetahui penghasilan yang diterima Rian dari usaha naga itu, Media ini menemui Rian di sela-sela menjajakan buah naganya di Jalan Slamet Riyadi Ruteng, tepatnya di Depan Hotel Ranaka pekan lalu.

Rian kepada Florespos.net Walburgus Abulat menjelaskan bahwa  saat ini jumlah naga yang ditanamnya sekitar 1.500 pohon.

“Dalam sebulan, saya memanen empat kali dan memasarkan buah naga merah. Dalam setiap panen,  minimal mendapatkan 500 buah naga. Dalam sebulan mimimal sekitar 2.000 buah naga,” kata Rian.

Rian mengaku, di pasaran umum di Kota Ruteng saat ini harga buah naga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp 12.500 per buah naga atau 4 buah naga dihargai Rp50.000.

“Rata-rata penghasilan yang saya terima tiap bulan sekitar 45 juta rupiah,” kata Rian.

Rian menegaskan bahwa dari pengalaman usaha naga yang dikembangkannya, jumlah buah naga per pohon bervariasi antara 3 hingga 40 buah.

“Dalam satu pohon naga minimal buahnya ada 3, dan maksimal ada 40 buah. Buah ini dipanen sejak November pada tahun yang sedang berjalan hingga Mei tahun berikutnya,” kata Rian.

Ya, dari fakta jumlah pohon naga yang dikembangkannya saat ini sebanyak 1.500 pohon, dan jumlah buah dalam satu pohon bervariasi antara 3 hingga 40-an buah, maka kita bisa menebak berapa total penghasilan yang diterima Rian dalam setiap panen, dalam setiap bulan (sebulan empat kali panen), dan dalam setahun.

Ya, kalau kita ambil hitungan minimal setiap pohon hanya memiliki 3 buah saja dengan jumlah tamanan yang dibudidaya sebanyak 1.500 pohon, maka penghasilan yang ia terima minimal 3×1.500 sama dengan 4.500 buah lalu dikalikan dengan nilai rupiah Rp12.500 maka penghasilan yang Rian terima minimal Rp 56.250.000 dalam setahun.

Dan kita bisa buat kalkulasi atau perhitungan lainnya, kalau dalam sepohon memiliki buah hingga mencapai puluhan bahkan ada yang maksimal 40 buah per pohon.

Kalau diambil kalkulasi rata-rata semisal dalam sepohon memiliki buah 20 biji, maka perhitungannya menjadi 20X1.500 sama dengan 30.000 dikalikan dengan nilai rupiah Rp 12.500 maka kita temukan penghasilan yang diraih Rian mencapai Rp375 juta dalam setahun atau Rp 31 juta lebih dalam sebulan.

Terlepas dari berapa nilai rupiah yang didapat Rian, tapi ada yang pasti bahwa sosok Rian menjadi inspirasi para pihak untuk melakukan usaha-usaha produktif  untuk membangun ekonomi rumah tangganya.

Dari sosok Rian putra Boawae, Kabupaten Nagekeo yang kini menjadi warga Satarmese, Kabupaten Manggarai kita belajar bahwa siapa saja dan profesi apa saja bisa mendulang rupiah, termasuk melalui pilihannya pernah menjadi buruh bangunan di Malaysia dan Singapura pada tahun 2002 hingga 2004, hingga putusannya untuk membudidayakan naga di Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai saat ini.

Baca Juga :  Kapolda NTT Johni Asadoma Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Bharada Bonifasius Jawa

Rian sosok buruh bangunan asal Nagekeo yang pernah melalang buana ke Malaysia dan Singapura, akhirnya jatuh cinta dengan gadis pilihannya asal Paka, Satarmese dan mengembangkan ribuan naga di bumi Congkasae dan yang saat ini mendulang rupiah hinggga mencapai puluhan juta per bulan.

Sekilas Tentang Buah Naga

Buah naga adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari genus hylocerius dan selenicerius. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika  Selatan.

Buah ini kemudian dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Ada empat kategori buah naga yakni buah naga merah atau bahasa ilmiahnya Hylocereus polyrhhizus, buah naga putih (Selenicereus undatus), buah naga kuning (Hylocereus megalanthus), dan buah naga hitam (Hylocereus costaricensis).

Ada  pun manfaat buah naga, khususnya buah naga merah di antaranya mencegah dan mengatasi sembelit,  mencegah anemia, mencegah penuaan dini,  menjaga berat badan ideal,  mengontrol gula darah,  menurunkan kolesterol.

Meurunkan risiko penyakit jantung,  mencegah katarak, mencegah depresi, mencegah preeklamsia, mencegah penyakit kanker,dan menjaga daya tahan tubuh.

Karena kebanyakan di Manggarai khususnya, dan Flores/NTT umumnya lebih banyak dikembangkan naga merah, maka pada kesempatan ini, penulis membeberkan secara detail manfaat buah naga merah yang secara garis besar untuk menjaga kesehatan jantung, pencernaan,  menjaga kesehatan  kulit, dan mengobati penderita diabetes dan anemia.

Adapun detail manfaat buah naga merah untuk kesehatan jantung meliputi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengatur tekanan darah, melindungi kerusakan jantung dari kerusakan oksidatif, dan meningkatkan fungsi endotel pembuluh dara.

Ada pun manfaat buah naga merah untuk kesehatan pencernaan di antaranya untuk melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan , membantu melindungi lambung.

Sementara pemanfaatan buah naga  merah untuk  kesehatan kulit di antaranya untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi bebas, mempercepat penyembuhan iritasi kulit, dan mengurangi minyak berlebih di wajah.

Manfaat buah naga untuk kesehatan mata karena dalam buah nada memiliki kandungan vitamain A di mana vitamin ini baik untuk kesehatan mata.

Manfaat kesehatan bagi penderita diabetes karena buah naga memiliki indeks glikemik rendah dan mampu meregenerasi sel beta di pancreas dan meningkatkan resistensi insulin.

Manfaat kesehatan bagi penderita anemia karena buah naga mengandung zat besi. Asam folat, dan vitamain C yang mendukung proses produksi sel darah merah.

Selain itu, buah naga juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jaringan tubuh, meningkatkan stamina, dan performa saat berolaraga.

Demikianlah sosok Florianus Mega atau yang disapa Rian Putra Nagekeo yang telah melalang buana ke Negeri Jiran dan Singapura saat menjalankan profesi buruh bangunan.

Rian sang buruh bangunan yang sama telah menjadi manusia baru yakni manusia yang jatuh cinta dengan pengembangan buah naga. Ia  memilih lokasi pengembangan di Paka,Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai.

Semoga pengalaman Rian sebagai mantan buruh migran  menginspirasi kita semua khususnya para buruh bangunan dan petani untuk memulai usaha apa saja demi masa depan yang lebih baik dan lebih bermartabat.Sukses selalu. Tuhan memberkati.*

Walburgus Abulat adalah Wartawan Florespos.net, Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati dan  Kontributor Outreach Tempo Bahasa Inggris Periode 2011-2014.

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Curahan Hati Murdiana Pasca Lapak Digusur–‘Mau Menangis Tapi Tak Ada yang Pukul’
Resmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Nangablo, Wabup Sikka Pesan Jadikan Kantor Koperasi Sebagai Pusat Edukasi Keuangan
Temu Usaha Ngada Jilid 2–Kerja Sama Perguruan Tinggi untuk Tingkatan SDM
Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo
Pulang Cairkan Dana Desa, Sekdes dan Bendahara Degalea Tewas dalam Kecelakaan Maut di Nangaroro
Temu Usaha Ngada Jilid 2–Langkah Strategis Membuka Ruang Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi
Sinkronisasi Kewenangan Camat dan Pemanfaatan Aplikasi Srikandi, Pemkab Sikka Dorong Tertib Administrasi Digital
Tegas! NasDem Flores Timur Desak Majalah Tempo Minta Maaf
Berita ini 415 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:06 WITA

Curahan Hati Murdiana Pasca Lapak Digusur–‘Mau Menangis Tapi Tak Ada yang Pukul’

Rabu, 15 April 2026 - 21:02 WITA

Resmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Nangablo, Wabup Sikka Pesan Jadikan Kantor Koperasi Sebagai Pusat Edukasi Keuangan

Rabu, 15 April 2026 - 19:52 WITA

Temu Usaha Ngada Jilid 2–Kerja Sama Perguruan Tinggi untuk Tingkatan SDM

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WITA

Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo

Rabu, 15 April 2026 - 18:28 WITA

Temu Usaha Ngada Jilid 2–Langkah Strategis Membuka Ruang Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WITA