Sebab ketika manusia direduksi menjadi fungsi semata, yang hilang bukan hanya seni atau kualitas pembangunan, melainkan makna menjadi manusia itu sendiri. *
* Dr. Polykarp Ulin Agan, Dosen pada Sekolah Tinggi Teologi KHKT (Kölner Hochschule für Katholische Theologie), Keuskupan Agung Köln, Jerman.










