Sidang Sinodal KWI dan Arah Baru Gereja Indonesia - FloresPos Net

Sidang Sinodal KWI dan Arah Baru Gereja Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus DW Atasoge

SIDANG Sinodal KWI yang berlangsung pada Sabtu–Kamis, 8–13 November 2025 di Gedung KWI, Jl. Cut Meutia No. 10 menegaskan arah baru kepemimpinan Gereja Katolik Indonesia. Pembaharuan fungsionaris menjadi tanda konsistensi Gereja dalam merawat sinodalitas dan persaudaraan.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) V. Keduanya berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan. Bagi saya, peristiwa ini menunjukkan kesinambungan refleksi dan aksi.

Nampak jelas bahwa Gereja Katolik Indonesia menegaskan komitmen pada semangat sinodalitas. Sinodalitas menjadi metode serentak sebagai identitas Gereja yang berjalan bersama.

Pembaharuan fungsionaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2025–2028 memiliki signifikansi strategis dalam konteks penguatan sinodalitas dan tata kelola kelembagaan Gereja.

Baca Juga :  Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

Struktur presidium yang terbentuk mencerminkan model kepemimpinan kolegial yang berakar pada pengalaman pastoral, sekaligus menegaskan kesinambungan fungsi representatif dan administratif.

Adapun struktur tersebut adalah Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Wakil Ketua I, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan Wakil Ketua II, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, Sekretaris Jenderal, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, serta Bendahara, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF.

Keseluruhan struktur presidium dapat dipandang sebagai instrumen institusional yang mendukung efektivitas pelayanan Gereja Katolik Indonesia di tengah masyarakat.

Sementara itu, struktur komisi-komisi KWI adalah sebagai berikut: Komisi HAK dipimpin Mgr. Christophorus Tri Harsono. Komisi Kepemudaan dipimpin Mgr. Maksimus Regus. Komisi Liturgi dipimpin Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Komisi Keadilan-Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau dipimpin Mgr. Siprianus Hormat. Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan dipimpin Mgr. Valentinus Saeng, CP. Setiap komisi menjadi ruang artikulasi nilai Injil dalam konteks sosial Indonesia.

Baca Juga :  Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial

Sidang Sinodal KWI 2025 menegaskan peran Gereja Katolik Indonesia sebagai mitra bangsa dalam membangun kehidupan sosial yang berlandaskan martabat manusia.

Gereja hadir secara aktif di tengah dinamika masyarakat dengan semangat dialog, sehingga mampu masuk ke ruang publik tanpa kehilangan identitas iman.

Berita Terkait

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:01 WITA