MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka tetap berusaha melakukan berbagai upaya agar berbagai program prioritas pembangunan terutama di bidang pendidikan dan kesehatan tetap berjalan.
Saat peresmian kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo, Rabu (15/4/2026) Wakil Bupati Sikka memaparkan APBD Sikka 2026 sebesar Rp1,2 triliun harus dipotong Rp120 miliar.
“Kita juga harus bayar cicilan utang dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) sebesar Rp216,25 miliar sebesar Rp30 miliar setahun,” sebut Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi,Rabu (15/4/2026).
Simon mengatakan, dirinya bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago tetap mewujudkan janji kampanye mereka dengan memberikan bantuan pembangunan rumah sebanyak 118 unit di tahun 2025.
Tahun 2025 juga kata dia, diberikan bantuan dana beasiswa dari Pemda Sikka kepada 80 mahasiswa tidak mampu dan tahun 2026 ditingkatkan menjadi 320 mahasiswa.
“Tahun ini juga kami anggarkan bantuan rumah layak huni bagi warga tidak mampu yang masuk desil 1 sampai desil 5. Kami juga anggarkan dana untuk pembayaran untuk pembayaran gaji ASN PPPK dan PPPK Paruh Waktu,” ungkapnya.
Simon memaparkan, tahun 2025 telah dialokasikan dana Rp 27.955.200.000 dari APBD untuk mendanai program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara gratis bagi warga miskin dan tidak mampu.
Hingga 1 April 2025, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sikka telah mencapai 98 persen dan menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) tertinggi di Indonesia.
Simon juga menambahkan, berkat kunjungan Wakil Presiden dan Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Sikka, tim telah melakukan survey terhadap lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
“Sembilan lokasi sudah memenuhi syarat dan akan segera dibangun Kampung Nelayan Merah Putih. Untuk di lokasi Nangahure saja dianggarkan dana Rp22 miliar untuk pembangunan berbagai fasilitas dan bantuan sarana dan pra sarana bagi nelayan,” ungkapnya.
Simon menegaskan, Bupati Sikka dan dirinya harus sering ke Jakarta bukan sekedar jalan-jalan tetapi membawa proposal pembangunan ke berbagai kementrian dan lembaga.
Ia menjelaskan,saat ini tidak seperti dahulu lagi karena prosesnya harus mengajukan melalui proposal agar bisa memperoleh dana bantuan untuk pembangunan.
“Tahun ini DAK Fisik hanya untuk pembangunan Puskesmas Boganatar yang lain tidak ada. Kita harus pakai proposal sehingga kami harus ke Jakarta bertemu dengan menteri,” terangnya.
Simon mencontohkan dirinya waktu ke Jakarta melakukan loby di kantor pusat Lion Air Group sehingga rute penerbangan Makasar-Maumere pulang pergi sudah terealisasi dan saat ini sedang disurvey rute Denpasar-Maumere menggunakan pesawat berbadan lebar.
Ia memaparkan, pembangunan sekolah juga harus mengusulkan revitalisasi di Kementrian Pendidikan dan kalau disetujui baru dibangun dan dananya pun langsung ditransfer ke rekening sekolah.
“Kita juga mendapatkan pembangunan sekolah rakyat yang akan dibangun di Waigete. Kemarin Pak Bupati dan Kadis PU ke Kementrian PU mengajukan proposal pembangunan drainase di dalam kota Maumere. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










