Jalan Trans Nasional Pantai Utara Menghubungkan Sikka dan Ende Nyaris Putus - FloresPos Net

Jalan Trans Nasional Pantai Utara Menghubungkan Sikka dan Ende Nyaris Putus

- Jurnalis

Minggu, 20 Oktober 2024 - 19:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Trans Nasional Pantai Utara Menghubungkan Sikka dan Ende Nyaris Putus

Jalan Trans Nasional Pantai Utara Menghubungkan Sikka dan Ende Nyaris Putus

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ruas jalan trans nasional yang menghubungkan wilayah pantai utara (Pantura) Maumere, Kabupaten Sikka dan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat memprihatinkan. Saat ini, sebagian besar badan jalan selebar empat meter sepanjang wilayah pantai utara itu nyaris putus.

Berdasarkan pantauan Florespos.net pekan kemarin, kondisi ruas jalan trans nasional yang menghubung Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, dan seterusnya wilayah pantau utara arah barat dan timur Pulau Flores benar-benar memprihatinkan.

Baca Juga :  Pengurus KSP Kopkardios Kunjungi Anggota Usaha di Kota Ruteng dan Rua

Jalan yang lebar normalnya 4 meter itu kini nyaris putus dan lapisan aspal sudah pecah dan bercampur pasir dengan material bebatuan berserakan. Turap penahan gelombang sebagian besar hancur berantakan. Tampak lubang-lubang besar mengangga.

“Lebih karena gelombang pasang, tepatnya di ruas jalan strategis atau trans nasional di Desa Magepanda hingga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka,” kata Yulius Nyoman, warga Magepanda kepada Florespos.net, Sabtu (19/10/2024).

Menurut Yulius Nyoman, ada 4 titik jalan yang nyaris putus akibat diterjang gelombang pasang. Kondisi ruas jalan ini rusak terjadi sejak 3 tahun terakhir, namun sampai saat ini, tidak ada tindakan perbaikan sama sekali.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama Pesantren Walisongo, Syuradikara Jadi Tempat Penyemaian Benih Toleransi

“Ketika terjadi gelombang pasang, kendaraan yang melintas harus antri dan berhati-hati. Kalau tidak masuk laut dan ‘ditelan’ gelombang. Sudah 3 tahun jalan ini rusak berat sehingga sekarang hampir putus total,” katanya.

Yulius Nyoman berharap, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat bisa memperbaiki, karena ruas jalan tersebut merupakan jalan trans nasional penghubung wilayah pantai utara Pulau Flores yang ramai lalu lintas kendaraan dan manusia. *

Penulis : Shinto Koban (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas
Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena
FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi
Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains
Hari Kartini di Kaki Gunung Lewotobi–‘Kebangkitan Perempuan Hebat Ile Bura’
Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak
Berita ini 414 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:37 WITA

Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas

Kamis, 23 April 2026 - 14:34 WITA

Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 23 April 2026 - 07:38 WITA

Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena

Rabu, 22 April 2026 - 20:41 WITA

Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi

Rabu, 22 April 2026 - 19:39 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains

Berita Terbaru

Opini

Kritik Itu Vitaminnya Demokrasi

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:17 WITA