MAUMERE, FLORESPOS.net-Ruas jalan trans nasional yang menghubungkan wilayah pantai utara (Pantura) Maumere, Kabupaten Sikka dan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat memprihatinkan. Saat ini, sebagian besar badan jalan selebar empat meter sepanjang wilayah pantai utara itu nyaris putus.
Berdasarkan pantauan Florespos.net pekan kemarin, kondisi ruas jalan trans nasional yang menghubung Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, dan seterusnya wilayah pantau utara arah barat dan timur Pulau Flores benar-benar memprihatinkan.
Jalan yang lebar normalnya 4 meter itu kini nyaris putus dan lapisan aspal sudah pecah dan bercampur pasir dengan material bebatuan berserakan. Turap penahan gelombang sebagian besar hancur berantakan. Tampak lubang-lubang besar mengangga.
“Lebih karena gelombang pasang, tepatnya di ruas jalan strategis atau trans nasional di Desa Magepanda hingga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka,” kata Yulius Nyoman, warga Magepanda kepada Florespos.net, Sabtu (19/10/2024).
Menurut Yulius Nyoman, ada 4 titik jalan yang nyaris putus akibat diterjang gelombang pasang. Kondisi ruas jalan ini rusak terjadi sejak 3 tahun terakhir, namun sampai saat ini, tidak ada tindakan perbaikan sama sekali.
“Ketika terjadi gelombang pasang, kendaraan yang melintas harus antri dan berhati-hati. Kalau tidak masuk laut dan ‘ditelan’ gelombang. Sudah 3 tahun jalan ini rusak berat sehingga sekarang hampir putus total,” katanya.
Yulius Nyoman berharap, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat bisa memperbaiki, karena ruas jalan tersebut merupakan jalan trans nasional penghubung wilayah pantai utara Pulau Flores yang ramai lalu lintas kendaraan dan manusia. *
Penulis : Shinto Koban (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










