Terima Laporan Kerusakan Fasilitas SDN Wolomoni, Kadis PK: Sudah Ada Arahan Bupati Hentikan Pekerjaan - FloresPos Net

Terima Laporan Kerusakan Fasilitas SDN Wolomoni, Kadis PK: Sudah Ada Arahan Bupati Hentikan Pekerjaan

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kepala Sekolah dan Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni Desa Niowula Kecamatan Detusoko telah melaporkan data kerusakan fasilitas sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Ende pasca peristiwa yang terjadi sekolah itu pada Kamis  (4/6/2026) lalu.

Fasilitas sekolah tersebut rusak disebabkan oleh alat berat yang dipaksakan masuk ke lokasi sekolah dengan tujuan penggusuran lahan milik sekolah untuk kepentingan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Fasilitas sekolah yang rusak itu adalah fondasi dan tembok bangunan serta satu tiang penyangga yang dipotong oleh oknum yang bekerja membangun gedung KDMP di desa tersebut.

Sekolah menyatakan tindakan itu adalah penyerobotan karena tidak ada penyampaian baik lisan maupun tertulis ke sekolah. Dan sebelumnya pada rapat bersama Dinas PK sudah diputuskan bahwa lahan milik sekolah tidak layak dibangun gedung KDMP dan diminta untuk mencari lahan lain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Ende, Venantius Minggu kepada florespos.net melalui pesan whatsapp Minggu (7/6/2026) siang mengatakan pihak sekolah dan komite sudah melaporkan data kerusakan ke dinas.

“Dari kepala sekolah dan komite sudah laporkan ke dinas secara lisan”.

Venantius mengatakan pasca peristiwa itu dan setelah menerima laporan dari sekolah diinformasikan bahwa aktivitas tersebut telah dihentikan.

Baca Juga :  Pemkab Sikka Apresiasi Sutradara Yosef Levi, Pemenang Piala FFI Lewat Film Dokumenter “Sie”

Venantus juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut sudah dilaporkan dan sudah ada  arahan  dari bupati untuk menghentikan pekerjaan tersebut.

“Sudah ada arahan dari  bupati, hentikan pekerjaan, koordinasi saya dan Kesbangpol”.

Diberitakan sebelumnya di media ini Beberapa guru dan siswa yang ditemui di sekolah, Sabtu (6/6/2026) siang mengatakan bahwa mereka kaget ada alat berat yang datang ke sekolah untuk gusur lahan milik sekolah.

“Kemarin kami sudah pulang dan ada warga yang sampaikan bahwa ada alat berat di sekolah mau gusur lahan di belakang”.

Para guru mengatakan kaget dengan informasi itu karena sebelumnya pada rapat bersama Dinas PK, Dinas Koperasi, sekolah dan komite telah disampaikan lahan tersebut tidak layak dan tidak digunakan untuk pembangunan gedung KDMP.

“Kami kaget karena saat pertemuan kemarin tidak salah tanggal 19 Mei itu orangtua murid tolak dan telah diputuskan lahan itu tidak layak. Pemerintah desa diminta segera cari lahan lain untuk bangun gedung KDMP tapi kemarin datang mau gusur”.

Para guru dan siswa mengharapakan agar pemerintah desa dan pihak yang membangun gedung KDMP mengurungkan niat menggunakan lahan tersebut. Karena lahan kosong itu telah direncanakan untuk pembangunan mes guru.

Baca Juga :  IPSI NTT Target Juara Umum di PON 2028, Mulai Siapkan Atlet dan Upgrading Peraturan

Wakil Kepala SDN Wolomoni, Magdalena Masi mengatakan  alat berat tersebut masuk ke lokasi sekolah saat guru dan siswa sudah pulang dan mereka  mendapatkan informasi tersebut dari warga.

“Kami pulang sekolah alat berat  itu masih di lapangan, malam  baru kami dapatkan informasi itu”.

Saat mendapatkan informasi bahwa alat berat masuk lokasi sekolah dan merusak beberapa fasilitas, kata Magdalena, dirinya kaget dan menyatakan tindakan tersebut adalah penyerobotan. Ia mengatakan demikian karena tidak ada pemberitahuan baik lisan maupun tertulis.

“Saya kaget dapat video dari teman lewat Whatsapp. Itu penyerobotan karena tidak ada pemberitahuan kepada kami baik lisan maupun surat yang masuk”.

Magdalena juga mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas PK Ende terkait fasilitas yang rusak.

“Kami sudah lapor ke dinas selanjutnya kami menunggu informasi dan pemerintah’.

Selain fasilitas sekolah rusak, tanaman milik warga juga rusak saat alat berat ke lokasi.

Terhadap kerusakan tersebut warga pemilik tanaman sudah membuat pengaduan ke Polsek Detusoko.

Informasi yang digali di masyarakat bahwa aksi paksa alat berat ke lokasi sekolah karena atas perintah pejabat di daerah ini.

“Saat kami tahan dan kami tanya kenapa masuk gusur, mereka jawab ini  perintah atasan”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Berita ini 435 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:06 WITA

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa

Selasa, 15 September 2026 - 13:26 WITA

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Senin, 14 September 2026 - 20:31 WITA

Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:26 WITA