ENDE, FLORESPOS.net-Produksi padi hasil musim tanam (MT) Oktober 2025-Maret 2026 diproyeksi meningkat dan bisa mencapai panen raya. Saat ini sebagian lahan belum masuk masa penen karena terlambat tanam.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada Florespos.net, Jumat (10/4/2026) mengatakan pada musim tanam Oktober 2025-Maret 2026, petani di Ende sudah menanam padi di lahan seluas 3.521, 65 hektar.
Dari luas lahan tanam tersebut diprediksi akan panen pada bulan Mei 2026 dengan estimasi 4,5 ton per hektar. Dinas Pertanian memprediksi seperti ini karena curah hujan di Ende cukup bagus pada musim tanam tersebut dan tidak ada masalah signifikan.
Gadir juga menyebutkan memang pada awal musim tanam lalu terjadi serangan hama tikus namun serangan tersebut bukan pada lahan tanam tetapi pada tempat persemaian.
“Pada awal dan akhir tahun lalu ada serangan dari hama tikus namun serangan hama tersebut terjadi pada tempat persemaian bukan lahan lahan tanam. Maka tidak berdampak pada gagal panen tetapi gagal tanam saja”.
Setelah serangan hama, Dinas Pertanian turun ke lokasi membantu membagi racun tikus dan mengarahkan petani untuk kembali menanam. Hasilnya petani kembali menanam sehingga masa panen bergeser hingga ke bulan Mei 2026.
“Puncak musim panen padi di Ende terjadi di bulan Mei 2026 dan mungkin kita bisa panen raya karena lahan tanam kita cukup luas”.
Dinas Pertanian Ende memastikan pada tahun ini tidak terjadi gagal panen karena kondisi tanaman dan lahan tanam tidak ada masalah yang signifikan.
Gadir juga mengatakan sejak tahun lalu Bulog Ende mulai serap padi petani lokal di wilayah utara. Padi yang diserap Bulog dengan harga jual Rp 12.000 per kg. Jumlah yang sudah diserap sebanyak 60 ton lebih.
Dinas Pertanian juga mengharapkan agar petani tetap menjaga lahan tanamannya sebelum masuk ke musim tanam.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










