Produksi Padi pada Musim Tanam Oktober-Maret di Ende Diproyeksi Meningkat - FloresPos Net

Produksi Padi pada Musim Tanam Oktober-Maret di Ende Diproyeksi Meningkat

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 20:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Produksi padi hasil musim tanam (MT) Oktober 2025-Maret 2026 diproyeksi meningkat dan bisa mencapai panen raya. Saat ini sebagian lahan belum masuk masa penen karena terlambat tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada Florespos.net, Jumat (10/4/2026) mengatakan pada musim tanam Oktober 2025-Maret 2026, petani di Ende sudah menanam padi di lahan seluas 3.521, 65 hektar.

Dari luas lahan  tanam tersebut diprediksi akan panen pada bulan Mei 2026 dengan estimasi 4,5 ton per hektar. Dinas Pertanian memprediksi seperti ini karena curah hujan di Ende cukup bagus pada musim tanam tersebut dan tidak ada masalah signifikan.

Baca Juga :  Diangkat Dinas PKO Sikka, Guru Agama Tidak Dapat THR TPG dan Gaji ke-13 oleh Kemenag

Gadir juga menyebutkan memang pada awal musim tanam  lalu terjadi serangan hama tikus namun serangan tersebut bukan pada lahan tanam tetapi pada tempat persemaian.

“Pada awal dan akhir tahun lalu ada serangan dari hama tikus namun serangan hama tersebut terjadi pada tempat persemaian bukan lahan lahan tanam. Maka tidak berdampak pada gagal panen tetapi gagal tanam saja”.

Setelah serangan hama, Dinas Pertanian turun ke lokasi membantu membagi racun tikus dan mengarahkan petani untuk kembali menanam. Hasilnya petani kembali menanam sehingga masa panen bergeser hingga ke bulan Mei 2026.

“Puncak musim panen padi di Ende terjadi di bulan Mei 2026 dan mungkin kita bisa panen raya karena lahan tanam kita cukup luas”.

Baca Juga :  Tak Ada Dampak El Nino Terhadap Pertanian Mabar

Dinas Pertanian Ende memastikan pada tahun ini tidak terjadi gagal panen karena kondisi tanaman dan lahan tanam tidak ada masalah yang signifikan.

Gadir juga mengatakan sejak tahun lalu Bulog Ende mulai serap padi petani lokal di wilayah utara. Padi yang diserap Bulog dengan harga jual Rp 12.000 per kg. Jumlah yang sudah diserap sebanyak 60 ton lebih.

Dinas Pertanian juga mengharapkan agar petani tetap menjaga lahan tanamannya sebelum masuk ke musim tanam.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo
BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal
PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pascagempa Flores, Kabasarnas Pastikan Operasi SAR Berjalan Maksimal di Manggarai Timur
Rawat 56 Pasien RSUD Ende Butuh Tenda Darurat dan Golongan Darah O
Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:05 WITA

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:54 WITA

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:46 WITA

PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agu 2026 - 20:54 WITA

Warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Mengungsi di bukit.

Feature

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agu 2026 - 19:07 WITA