ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak 56 pasien saat ini dirawat atau menjalani perawatan di tenda darurat yang dipasang di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.
Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh RSUD Ende saat ini adalah tenda darurat untuk mengantisipasi lonjakan pasien karena beberapa puskemas di wilayah kecamatan rusak terdampak gempa. Rumah sakit juga membutuhkan golongan darah O untuk operasi pasien.
Direktris RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita mengatakan dari 56 pasien yang dirawat oleh rumah sakit ada lima pasien yang terdampak bencana.
Lima pasien itu dua orang dari Ende dan tiga orang pasien rujukan dari RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Lima pasien ini mengalami patah tulang akibat gempa dan membutuhkan penanganan secepatnya.
“Jumlah pasien yang dirawat sebanyak 56 orang. Dari jumlah tersebut 5 orang terdampak bencana, mengalami patah tulang dan akan dioperasi oleh dokter bedah tulang dari Kupang pada sore ini,” kata dokter Ester, kepada Florespos.net, Senin (17/8/2026) sore.
Lima pasien itu tiga orang anak dan dua orang dewasa.
“Jumlah pasien yang dirawat saat ini di RSUD Ende sudah turun. Pada Sabtu 15 Agustus 2026 jumlahnya sebanyak 80 orang dan sekarang turun karena ada pasien yang masuk sebelum gempa sudah sembuh dan pulang ke rumah”.
Dokter Ester juga mengatakan kondisi saat ini beberapa puskemas rusak berat maka RSUD Ende melakukan antisipasi menghadapi lonjakan pasien.
Antisipasi yang dilakukan yaitu memasang delapan tenda darurat di pelataran rumah sakit dan halaman bagian dalam dekat ruangan nivas.
Rumah sakit masih membutuhkan empat tenda lagi untuk melayani pasien dan sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan pasien.
Terkait dengan kebutuhan tersebut, RSUD Ende telah berkomunikasi dengan BPBD Ende untuk mengajukan permintaan kebutuhan tersebut ke BNPB.
Kebutuhan lain yang dibutuhkan rumah sakit Ende saat ini yaitu darah untuk pasien yang menjalani operasi.
“Kebutuhan yang dihadapi saat ini adalah tenda darurat, kebutuhan darah untuk pasien yang akan dioperasi untuk golongan darah O,” kata dokter Ester.
Sementara kesiapan lain seperti obat, peralatan medis dan makanan masih tercukupi. Kebutuhan utama lainnya seperti listrik dan air masih aman.
“Kesiapan alat medis masih tercukupi namun untuk kebutuhan kedepan sudah diajukan ke pemerintah pusat ke BNPB”.
Wakil Bupati Ende, Dr Domi Mere juga mengatakan bahwa saat ini warga terdampak bencana di daerah ini membutuhkan tenda. Kondisi saat hampir sebagian warga berada di luar rumah karena gempa susulan masih terjadi.
Wabup Ende mengatakan terkait dengan kebutuhan tersebut Pemkab Ende sudah mengajukan ke pemerintah pusat melalui BNPB.
“Salah satu kebutuhan adalah tenda darurat. Kita sudah ajukan ke pemerintah pusat dan berharap dalam waktu dekat sudah dikirim”.
Saat ini bantuan sembako dari pemerintah pusat sudah tiba di Kota Ende. Bantuan sembako tersebut mulai disalurkan ke warga terdampak melalui pemerintah kecamatan.
“Bantuan dari pemerintah pusat khususnya sembako sudah mulai berdatangan dan mulai disalurkan kepada warga terdampak,” kata Wabup Ende.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










