Rawat 56 Pasien RSUD Ende Butuh Tenda Darurat dan Golongan Darah O - FloresPos Net

Rawat 56 Pasien RSUD Ende Butuh Tenda Darurat dan Golongan Darah O

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak 56 pasien saat ini dirawat atau menjalani perawatan di tenda darurat yang dipasang di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.

Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh RSUD Ende saat ini adalah tenda darurat untuk mengantisipasi lonjakan pasien karena beberapa puskemas di wilayah kecamatan rusak terdampak gempa. Rumah sakit juga membutuhkan golongan darah O untuk operasi pasien.

Direktris RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita mengatakan dari 56 pasien yang  dirawat oleh rumah sakit ada lima pasien yang terdampak bencana.

Lima pasien itu dua orang dari Ende dan tiga orang  pasien rujukan dari RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Lima pasien ini mengalami patah tulang akibat gempa dan membutuhkan penanganan secepatnya.

“Jumlah pasien yang dirawat sebanyak 56 orang. Dari jumlah tersebut 5 orang terdampak bencana, mengalami patah tulang dan akan dioperasi oleh dokter bedah tulang dari Kupang pada  sore ini,” kata dokter Ester, kepada Florespos.net, Senin (17/8/2026) sore.

Lima pasien itu tiga orang anak dan dua orang dewasa.

Baca Juga :  Polisi Ungkap 2 Pelaku TPPO, Kapolres Ende Imbau Warga Waspada

“Jumlah pasien yang dirawat saat ini  di RSUD Ende sudah turun. Pada Sabtu 15 Agustus 2026 jumlahnya sebanyak 80 orang  dan sekarang turun karena ada pasien yang masuk sebelum gempa sudah sembuh dan pulang ke rumah”.

Dokter Ester juga mengatakan kondisi saat ini beberapa puskemas rusak berat maka RSUD Ende melakukan antisipasi menghadapi lonjakan pasien.

Antisipasi yang dilakukan yaitu memasang delapan tenda darurat di pelataran rumah sakit dan halaman bagian dalam dekat ruangan nivas.

Rumah sakit masih membutuhkan empat tenda lagi untuk melayani pasien dan sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan pasien.

Terkait dengan kebutuhan tersebut, RSUD Ende telah  berkomunikasi dengan BPBD Ende untuk mengajukan permintaan kebutuhan tersebut ke BNPB.

Kebutuhan lain yang dibutuhkan rumah sakit Ende saat ini yaitu darah untuk pasien yang menjalani operasi.

“Kebutuhan yang dihadapi saat ini adalah tenda darurat, kebutuhan darah untuk pasien yang akan dioperasi untuk golongan darah O,” kata dokter Ester.

Baca Juga :  Polres Ende dan Insan Pers​ Pererat Silaturahmi Lewat Momen Buka Puasa

Sementara kesiapan lain seperti obat, peralatan medis dan makanan masih tercukupi. Kebutuhan utama lainnya  seperti listrik dan air masih aman.

“Kesiapan alat medis masih tercukupi  namun untuk kebutuhan kedepan sudah diajukan ke pemerintah pusat ke BNPB”.

Wakil Bupati Ende, Dr Domi Mere juga mengatakan bahwa saat ini warga terdampak bencana di daerah ini membutuhkan tenda. Kondisi saat hampir sebagian warga berada di luar rumah karena gempa susulan masih terjadi.

Wabup Ende mengatakan terkait dengan kebutuhan tersebut Pemkab Ende sudah mengajukan ke pemerintah pusat melalui BNPB.

“Salah satu kebutuhan adalah  tenda darurat. Kita  sudah ajukan ke pemerintah pusat dan berharap dalam waktu dekat sudah dikirim”.

Saat ini bantuan sembako dari pemerintah pusat sudah tiba  di Kota Ende. Bantuan sembako tersebut mulai disalurkan ke warga terdampak melalui pemerintah kecamatan.

“Bantuan dari pemerintah pusat khususnya sembako sudah mulai berdatangan dan mulai disalurkan kepada warga terdampak,” kata Wabup Ende.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA