PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan - FloresPos Net

PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Festival yang merupakan salah satu Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 45 ribu pengunjung dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Di tengah tingginya antusiasme tersebut, Program Positif Bajo, dengan dukungan PTTEP Indonesia, berhasil mengumpulkan lebih dari 1 ton sampah yang terdiri dari sampah organik, anorganik, dan residu, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Festival Golo
Koe sebagai Green Event yang bersih dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vinsen Gande, mengapresiasi kolaborasi dalam pengelolaan sampah selama festival, termasuk kerja sama antara Positif Bajo dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat dalam proses pengumpulan sampah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sampah tidak hanya dapat dikelola untuk menjaga kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Hal ini terlihat dari antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan di Booth Edukasi, termasuk program tukar botol plastik dengan berbagai hadiah seperti tas, baju, minyak goreng, dan susu.

Baca Juga :  Gempa Flores, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi 79 Korban di Nagekeo

“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada pengelola yang telah mengambil bagian secara penuh dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, anakanak dapat melihat bahwa sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, bahkan menghasilkan pendapatan. Anak-anak justru yang paling antusias mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan bentuk edukasi yang sangat berharga bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan pengelolaan sampah tahun ini merupakan langkah maju karena dilakukan sejak festival berlangsung, tidak hanya setelah kegiatan berakhir.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat terus berlanjut dan menyentuh masyarakat secara lebih luas, terutama rumah tangga. Anak-anak yang mendapatkan edukasi hari ini diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut pulang dan menularkannya kepada keluarga,” tambahnya.

Sebagai bagian dari Waste Management Leader, Positif Bajo mengoordinasikan pengelolaan sampah bersama panitia festival, pemerintah daerah, Keuskupan Labuan Bajo, dan masyarakat.

Selain pengumpulan dan pemilahan sampah, Positif Bajo menghadirkan Booth Edukasi yang mengajak pengunjung mengenal pemilahan sampah, ekonomi sirkular, serta praktik pengelolaan lingkungan melalui berbagai aktivitas interaktif.

Kegiatan tukar botol plastik dengan hadiah menjadi salah satu aktivitas yang menarik partisipasi pengunjung
sekaligus memperkenalkan konsep bahwa sampah yang dipilah dengan baik dapat memiliki nilai dan manfaat.

Baca Juga :  Ketua MKKS SMA Nagekeo: Sudah Empat Kali MKKS Selenggarakan Hardiknas

Semangat menjaga lingkungan juga tumbuh melalui Lomba Kebersihan Lingkungan Golo Koe Eco Action 2026.

Matheus Patut, perwakilan Tim Wilayah 5 A Paroki Roh Kudus yang meraih juara 1, mengatakan bahwa kompetisi tersebut semakin mendorong kelompoknya untuk mengajak lebih banyak anggota menjaga lingkungan.

“Kebersihan merupakan tanggung jawab setiap warga dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing. Dengan menjadi juara, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor dan penggerak di lingkungan kami serta mendorong masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Kolaborasi antara PTTEP Indonesia dan Inovasi Gerakan Masyarakat, bersama Panitia Festival Golo Koe, Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat menjadi bagian integral dari penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar.

Pencapaian pengumpulan lebih dari 1 ton sampah selama festival menjadi momentum untuk memperluas praktik pengelolaan sampah dari ruang publik hingga tingkat rumah tangga, sekaligus memperkuat komitmen bersama
dalam mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Minggu, 13 September 2026 - 15:34 WITA

Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA

Opini

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:30 WITA