Dandim 1625 Ngada : Babinsa Kekuatan Utama Pembangunan KDMP - FloresPos Net

Dandim 1625 Ngada : Babinsa Kekuatan Utama Pembangunan KDMP

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dandim 1625/ Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P

Dandim 1625/ Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P

BAJAWA, FLORESPOS.net-Komandan Distrik Militer (Dandim) 1625/Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P mengungkapkan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk Desa dan Kelurahan di Wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo peran Babinsa sangatlah penting.

Ditemui di ruang kerjanya Kamis, (26/3/2026) Dandim Imam Subekti menjelaskan TNI dalam hal ini Kodim Ngada sebagai aktor pendamping, pengawas dan fasilitator kewilayahan maka Babinsa menjadi unjung tombak pembangunan Gerai Koperasi Desa tersebut.

Dijelaskannya, saat ini terdapat 42 titik di wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo. “Untuk sementara kita terus pacu, target kita untuk launching nanti pada bulan Agustus,” katanya.

Pihaknya menargetkan sebanyak 319 untuk dua wilayah, Ngada dan Nagekeo. Hal ini dirincikan yakni Kabupaten Ngada 206 Gerai sedangkan Nagekeo 113 Gerai.

Pihaknya berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan forkopimda lainnya dan  informasi dari Bupati Ngada bahwa sedang dibahas, apabila masyarakat atau desa tidak mempunyai lahan, maka dapat menggunakan lahan milik Pemda atau milik BUMN/BUMD.

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun 2023 SPBU di Solor Sudah Beroperasi

Untuk sementara yang sudah disurvey oleh pihaknya hanya ada dua jenis saja, yakni lahan milik desa dan milik pemda, atau masih dalam satu payung kepemilikan di mana sesuai ketentuan, penyedia lahan atau lokasi adalah pemerintah daerah.

“TNI bertugas membangun secara fisik, pelaksana di lapangan adalah kami. Ada lahan kita bangunkan, dengan target waktu pembangunan 90 hari dari start sampai finishing. Namun karena cuaca, terkadang molor sedikit dari target 90 hari. Ya karena faktor cuaca,” kata Dandim Subekti.

Dandim Ngada, Imam Subekti, mengungkap sejumlah tantangan yang ditemukan selain cuaca, misalnya terkait tenaga ahli ataupun tukang yang memiliki skill fabrikasi yang harus didatangkan dari luar daerah.

Baca Juga :  Terima Bantuan Hewan Kurban, Imam Masjid Baiturrahman Boawae Ucapan Terima Kasih Pemda Nagekeo

Sebab di daerah jumlahnya masih terbatas, sedangkan per titik membutuhkan tim fabrikasi kisaran 10 – 15 orang. Soal material, sebab didatangkan dari luar wilayah, terutama yang fabrikasi besi.

Mobilisasi barang, juga soal pematangan lahan yang membutuhkan waktu untuk potong atau Cutting juga timbun karena tidak semua medan rata.

Kendala yang ditemukan adalah tenaga ahli fabrikasi yang kadang masih terasa kurang. Selama ini warga sekitar lokasi juga digunakan sebagai tenaga kerja.

Sedangkan tenaga ahli datangkan dari luar wilayah Kabupaten Ngada karena yang ada di Kabupaten Ngada maupun Nagekeo terasa kurang.

Perputaran ekonomi diharapkan berputar di sekitar desa atau kelurahan setempat di mana upah dapat dinikmati warga sekitar.

Kendala lainnya adalah mobilisasi lembaran di mana jalan menuju desa yang sempit sehingga untuk pendroppingan barang mengalami kendala.*

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Berita Terbaru