Pemerintah Akan Segera Lepas HPL di Manggarai Barat - FloresPos Net

Pemerintah Akan Segera Lepas HPL di Manggarai Barat

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORES POS.net-Pemerintah akan segera melepas ribuan hektare (ha) tanah berstatus HPL (Hak Pengelolaan Lahan) di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, sudah memenuhi persyaratan.

Ribuan hektare lahan tersebut selanjutnya akan diserahkan kembali kepada masyarakat setempat. Konon tanah HPL itu sebelumnya adalah milik warga lokal, bahkan ada yang sudah mengantongi sertifikat lahan sebelum diketahui HPL.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Nakertranskop-UKM) Mabar, Theresia P. Asmon mengatakan, terkait HPL di Kecamatan Komodo, tugas-tugas Pemerintah Daerah (Pemda) Mabar sebenarnya sudah selesai.

Hal dimaksud, kata dia, terkait kelengkapan administratif, syarat-syarat lain yng menjadi persyaratan untuk usulan pelepasan HPL sudah tuntas.

Kadis Asmon yang disapa Nei itu, menerangkan, beberapa waktu sebelumnya Tim Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia datang ke lokasi HPL untuk melakukan verifikasi ulang pemberkasan yang kurang lengkap.

Baca Juga :  Penjualan Tiket Angkutan Lebaran di Pelni Kacab Ende 3 Ribu Lebih, Masih Banyak yang Beli di Loket

Dan pihak Nakertrankop-UKM Mabar sudah memperbaiki berkas-berkas yang kurang lengkap. Tim Kementerian Transmigeasi juga sudah membawah langsung seluruh pemberkasan syarat saat itu.

“Sekarang prosesnya di Kementerian. Di Dirjen sepertinya sudah. Tinggal menunggu tanda tangan SK Menteri Transmigrasi, SK Pelepasan ke Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang),” kata Nei.

Nanti, katanya, dari ATR akan diproses dengan Pemda Mabar, melibatkan BPN/ATR Mabar untuk verifikasi lahan-lahan masyarakat termasuk yang sudah disertifikat, sesuaikan dengan aturan atau regulasi Kementerian ATR pemberlakuannya.

“Dari segi aturan, persyaratan administratif sudah semua. Di Nakertranskop-UKM Mabar itu sudah final. Berkas dinyatakan lengkap,” kata Nei.

Hanya terkait ini dari tim teknis konon tinggal tunggu persetujuan Mentrans, lagi berproses. Sepertinya ada syarat tambahan yang ada di level kementerian. Tapi itu bukan menjadi ranah tugas Pemkab Mabar. Intinya tugas Pemda/Nakertranskop – UKM Mabar sudah selesai.

Baca Juga :  Tokoh Awam Sonny Keraf Tegaskan Perlu Karya Pastoral Baru di Keuskupan Ruteng

Nanti kalau sudah dilepas Kementrans ke Kementerian ATR, proses selanjutnya akan disesuaikan dengan regulasi ATR. Selanjutnya dari ATR ke Pemda Mabar bersama BPN/ ATR Kabupaten Mabar untuk mengembalikan HPL ribuan ha itu kepada masyarakat.

“Sekarang tinggal tunggu di Pemerintah Pusat. Tunggu penanda tanganan Menteri Transmigrasi. Secara teknis, pemberkasan sepertinya sudah okeoke,” ujar Nei.

Lanjut Nei, luas lahan HPL 3.600 ha lebih sekian. Tetapi dari 3.600 ha lebih itu, 50 ha tak dilepas. Ke depannya itu untuk pembangunan fasilitas publik yang mungkin buat kepentingan masyarakat setempat, katanya.

Secara terpisah nada serupa diungkapkan Sekretaris Dinas Nakertranskop-UKM Mabar, Marsel Sani Ngarung, dan Kepala Bidang yang tangani HPL pada dinas bersangkutan, Andreas Paleng.

Dilansir media ini sebelumnya, Pemkab Manggarai Barat Terus Perjuangkan Pelepasan Status HPL Tanah Masyarakat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah
Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue
PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029
Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda
570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan
PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara
Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Berita ini 2,610 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:45 WITA

Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:47 WITA

PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:45 WITA

Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:44 WITA

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Berita Terbaru

Feature

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:51 WITA

Nusa Bunga

Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:45 WITA

Nusa Bunga

PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:47 WITA

Perayaan syukur tahbisan imamat RP. Fransiskus Carli Kau, SVD di Paroki St Fransiskus dan St Clara Aimere pada Jumat (16/10/2026).

Nusa Bunga

Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:45 WITA