LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar) NTT, Yulianus Weng, minta kepada Kepala Desa (Kades) Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Jamaludin, segera melaporkan warganya yang mengalami kesulitan pangan.
Wabup Weng menegaskan itu menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo, Selasa (19/12/2023), terkait kesulitan pangan penduduk Desa Macang Tanggar belakangan. Konon hal itu dampak dari kekeringan panjang/El Nino.
Menurut Wabup Weng, laporan dimaksud harus rinci, sedetail mungkin. Misalnya keluarga yang kesulitan pangan di Desa Macang Tanggar berjumlah berapa dan lain-lain.
Berdasarkan laporan tersebut baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar akan keluarkan kebijakan. Apa dalam bentuk beras ketahanan pangan/gratis manakala isidentil atau darurat, ataukah dorong berupa operasi pasar murah.
Ditambahkan, di wilayah itu (Macang Tanggal) dulu ada bendungan, tetapi barangkali sekarang sudah rusak, sudah ditumbuhi rerumputan. Di wilayah selatan itu juga (termasuk Desa Macang Tanggar) sekarang mulai hujan.
“Masyarakat juga harus rajin menanam sayur, hortikultura sebagai sumber ekonomi keluarga,” kata Wabup Weng.
Sebelumnya, Senin (18/12/ 2023) malam, Kepala Desa Macang Tanggar, Jamaludin, menanggapi Florespos.net di Nanga Na’e Macang Tanggar, mengatakan penduduk setempat rata-rata petani.
Belakangan warga setempat mengalami kesulitan pangan, beras khususnya. Selain stok sangat menipis, harga beras di wilayah itu meningkat tajam. Sisi lain kemarau panjang, El Nino.
Harga beras di penggilingan- penggilingan padi setempat sudah Rp. 750 ribu per karung isi 50 kilogram (kg). Yang giling juga terbatas, hanya yang punya simpanan padi.
Harga beras di luar penggilingan Rp. 800 ribu/karung isi 50 kg, bahkan mungkin lebih dari situ. Sebelum-sebelumnya harga beras setempat paling tinggi 500 ribu per karung isi 50 kg.
Kemudian, tahun-tahun sebelumnya kalau sudah Desember, sawah-sawah setempat sudah mulai kerja, bahkan ada yang sedang atau sudah tanam padi karena sudah hujan, tetapi sekarang belum, karena belum hujan, masih kering.
Bagi masyarakat Desa Macang Tanggar, usaha sayur mayur masih pekerjaan sampingan, pekerjaan pokok mereka bertani di sawah, kata Kades Jamaludin.
Atas hal-hal tersebut, lanjut Kades Jamaludin, dimohon kepada Pemkab Mabar agar dapat membantu beras buat masyarakat Desa Macang Tanggar, ucapnya.
Abdul Bajo, warga setempat ketika itu juga senada dengan Kades Jamaludin. Pada kesempatan yang sama ada Sekretaris Desa Macang Tanggar, Ahmad Suryadi. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










