Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo) - FloresPos Net - Page 4

Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam proses ini, pemerintah desa harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan usaha kuliner perempuan.

Inisiatif baik ini sudah dimulai oleh masyarakat Kampung Adat Wogo, salah satu kampung adat yang terletak di Propinsi NTT, Kabupaten Ngada, Flores. Upaya konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Mini Festival Pangan Lokal dan Budaya.

Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Yayasan KEHATI, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa setempat.

Festival ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dapur rumah tangga dengan ruang publik yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, pangan lokal tidak lagi hanya dipahami sebagai konsumsi domestik keluarga, tetapi juga sebagai identitas budaya sekaligus potensi ekonomi desa.

Baca Juga :  Natal Sesudah Senja: Dari Allah Akbar ke Allah Akrab

Perempuan yang selama ini mengolah bahan pangan di dapur rumah tangga memperoleh kesempatan untuk menampilkan kreativitas kuliner mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Hemat penulis, festival ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan pangan lokal. Selain itu, festival ini juga memiliki dimensi ekonomi yang penting. Festival ini menjadi media promosi bagi potensi desa wisata serta produk-produk pangan lokal yang dihasilkan masyarakat.

Kampung Adat Wogo sendiri merupakan ruang budaya yang memiliki nilai historis dan identitas tradisional yang kuat. Dengan latar arsitektur adat dan tradisi yang masih terpelihara, kampung ini menghadirkan pengalaman budaya yang autentik bagi para pengunjung. Keberadaan festival di ruang budaya seperti ini memperkuat hubungan antara kuliner lokal, tradisi masyarakat, dan potensi wisata desa.

Baca Juga :  Estetika Harapan dari Tangan Perempuan Solor

Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi perayaan kuliner dan budaya, tetapi juga menjadi simbol transformasi sosial, dari dapur rumah tangga menuju ruang publik yang lebih luas.

Di titik inilah pemberdayaan perempuan desa menemukan momentumnya, yaitu ketika pengetahuan kuliner tradisional yang mereka miliki mampu menjadi sumber penghidupan sekaligus sarana menjaga keberlanjutan budaya dan pangan lokal bagi generasi mendatang. *

Penulis Sedang Menjalani Masa Orientasi Pastoral di SMA Seminari Mataloko

Berita Terkait

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Berita ini 270 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Berita Terbaru

Teratai Sedang Mekar di Danau Rana Tonjong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Nusa Bunga

Wisata Flores, Menikmati Pesona Teratai di Danau Rana Tonjong

Kamis, 1 Okt 2026 - 11:45 WITA