ADONARA, FLORESPOS.net-Rumah Sakit Pratama Adonara di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah mempersiapkan kegiatan bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing dan langit-langit terbelah yang dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Mei 2026.
“Persiapan difokuskan pada penjaringan pasien, pembentukan panitia, serta kesiapan fasilitas penunjang operasi,” kata Manajemen melalui Kepala Seksi Pelayanan Medis RS Pratama Adonara, Dominggus Paji Lela, ditemui di RS Pratama Adonara, Senin (2/3/2026).
Kata Paji Lela, dirinya bersama Kepala Subbagian Tata Usaha bertindak sebagai koordinator umum dalam kegiatan tersebut.
“Jadi, sementara kita mulai dengan proses penjaringan pendataan pasien berhubung kasus bibir sumbing ini jarang sekali. Sehingga harapannya itu, informasi lebih signifikan, lebih terarah, terukur, sehingga bisa sampai ke lapisan masyarakat yang paling bawah,” ujarnya.
Menurutnya, pihak rumah sakit berharap informasi mengenai baksos ini dapat menjangkau seluruh desa agar tidak ada pasien yang luput dari pendataan. Ia juga menyampaikan harapan agar media turut membantu penyebaran informasi tersebut.
Dokter Ahli Bedah Plastik
Terkait kesiapan medis, Paji Lela menjelaskan tindakan operasi akan ditangani langsung oleh tim dokter ahli bedah plastik dari Malang.
“Untuk persiapan medis dan persiapan pasien, penanganan ini langsung ditangani oleh tim ahli bedah plastik langsung dari Malang,” katanya.
Tim dari Malang dijadwalkan melaksanakan kegiatan pada 21–24 Mei 2026. Sebelum tindakan operasi dilakukan, pasien akan menjalani proses skrining oleh tim medis yang datang. Sementara itu, RS Pratama Adonara menyiapkan pasien dan ruang operasi.
Ia mengakui, selama dua tahun rumah sakit beroperasi, kamar operasi belum pernah digunakan untuk tindakan pembedahan karena keterbatasan tenaga medis.
“Kamar operasi belum pernah dilakukan tindakan di sana. Karena memang kita ketiadaan tenaga dokter bedah dan dokter anestesi,” jelasnya.
Pada 2025, rumah sakit telah melengkapi sarana dasar berupa mesin anestesi dan lampu operasi. Untuk kegiatan baksos ini, peralatan tambahan akan dibawa langsung oleh tim dari Malang.
“Peralatan semua itu ditanggung dan dibantu oleh tim dari Malang. Jadi mereka bawa semua dari sana,” ujar Paji Lela.
Alur Pelaksanaan
Adapun tahapan yang harus dilalui pasien sebelum operasi meliputi pendaftaran, pemeriksaan kondisi umum, pemeriksaan laboratorium, kadar hemoglobin (HB), berat badan, serta memastikan pasien tidak dalam kondisi demam atau sakit.
“Tidak panas, tidak demam itu kriteria utama,” kata Paji Lela.
Alur pelaksanaan dimulai dari pendaftaran, baik secara langsung di rumah sakit maupun melalui kontak yang disediakan pada brosur dan media sosial.
Setelah itu dilakukan skrining awal dan pemeriksaan laboratorium. Pasien yang dinyatakan memenuhi syarat akan menjalani operasi selama satu hingga dua hari, dilanjutkan dengan rawat inap dan kontrol pasca-operasi.
Beberapa Pasien Telah Mendaftar
Kepala Subbagian Tata Usaha RS Pratama Adonara, Stefanus Lama Kelelang, menambahkan manajemen rumah sakit telah membentuk panitia khusus untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terkait dengan persiapan, kami di rumah sakit ini sudah membentuk tim untuk menghadapi baksos ini,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan sasaran kegiatan meliputi wilayah daratan Adonara, Solor, dan Flores Timur. Untuk menjaring pasien, pihak rumah sakit akan menyurati camat, kepala puskesmas, serta tokoh agama agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat. Selain itu, penyebaran informasi juga dilakukan melalui brosur dan media sosial.
“Sementara kita juga menyebarkan poster, baik itu melalui brosur ataupun lewat media sosial,” katanya.
Hingga saat ini, beberapa pasien telah mendaftar melalui kontak yang tersedia. Proses seleksi dilakukan melalui skrining medis tanpa tahapan seleksi administratif khusus. Pasien yang memenuhi indikasi medis akan masuk dalam daftar tindakan operasi.
Terkait fasilitas, Stefanus menyampaikan kamar operasi telah tersedia meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar layanan spesialis. Namun, koordinasi dengan tim dari Malang telah dilakukan untuk melengkapi kebutuhan peralatan yang belum tersedia.
“Jika ada kekurangan-kekurangan di sini yang dalam mendukung kegiatan baksos maka mereka bisa handle dan memang kekurangan lain bisa kami berupaya untuk melengkapi,” ujarnya.
Manajemen dan tim medis, lanjutnya, tergabung dalam satu kepanitiaan sehingga koordinasi berjalan terpadu. Rumah sakit menargetkan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dengan fokus pada penjaringan pasien dan kesiapan teknis, RS Pratama Adonara menyatakan komitmen untuk menyukseskan pelaksanaan baksos operasi bibir sumbing tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. *
Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










