Belasan Tahun Jual Telur, Ibu Siti Mirna Harap Penjualan Kembali Meningkat - FloresPos Net

Belasan Tahun Jual Telur, Ibu Siti Mirna Harap Penjualan Kembali Meningkat

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Aktivitas jual beli telur ayam di pasar tradisional tetap menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Di balik tumpukan rak telur yang tersusun rapi, Ibu Siti Mirna telah menekuni usaha tersebut sejak lama. Ia mengaku, sudah menjalankan usaha ini sejak 2009. “Sudah belasan tahun dari tahun dari 2009 kira-kira,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kesehariannya, Ibu Siti Mirna berjualan secara berpindah mengikuti jadwal pasar. Setiap Senin dan Kamis ia berjualan di Pasar Waiwerang, Selasa, Jumat, dan Minggu di Pasar Witihama, sedangkan Rabu dan Sabtu di Pasar Senadan.

Pola tersebut sudah dijalaninya selama bertahun-tahun demi menjangkau pembeli di berbagai wilayah. Ia menyebutkan, dalam kondisi normal, penjualan telur bisa mencapai sekitar 10 ikat per hari. “Sekitar 10 ikat biasa perhari,” katanya.

Namun, belakangan ini penjualan mengalami penurunan. “Belakangan ini menurun, soalnya yang lain juga sekarang di desa-desa juga sudah dapat bantuan pemberian sembako begitu, jadi kita sekarang ini sepi,” ungkapnya.

Dari sisi harga, telur ayam saat ini mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. “Sebelumnya Rp60.000, sekarang sudah Rp65.000 per rak,” jelas Ibu Siti Mirna.

Baca Juga :  Stop Buang Pampers Sembarangan, Kesepakatan RT 01 Wae Sambi Manggarai Barat

Untuk pasokan, ia mendapatkan telur dari luar daerah. “Dari Surabaya impor kesini,” ujarnya.

Meski telah lama menjalani usaha tersebut, tantangan tetap ada. Selain persaingan dengan pedagang baru, ia juga harus menghadapi risiko telur yang cepat rusak.

“Tantangannya banyak saingan baru juga muncul, telur cepat busuk, orang kalau tidak beli terus lama disimpan tu cepat busuk telurnya,” katanya.

Siti Mirna

Di tengah berbagai tantangan itu, Ibu Siti Mirna berharap usahanya terus berjalan dan berkembang. “Harapan saya meningkat terus penjualannya laris manis, terus rezeki terus bertambah,” tuturnya.

Sementara itu, seorang pembeli telur, Julkarnain Putra, mengaku merasakan kenaikan harga telur dalam beberapa waktu terakhir.

“Menurut saya itu sebagai pembeli sekarang harga telur itu semakin naik jadi terasa lebih mahal dari biasanya. Mau tidak mau tetap beli karena telur itu kebutuhan sehari-hari. Mungkin karena banyak yang butuh atau stoknya berkurang jadi harganya naik,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Ia membandingkan harga sekarang dengan sebelumnya. “Kalau di bandingkan dulu, sekarang itu lebih mahal. Dulu itu papan itu sekitar lima puluhan ribu. Sekarang itu sudah enam puluhan ribu. Lumayan beda harganya jadi terasa banget naiknya,” katanya.

Baca Juga :  Uniflor Kembali Kukuhkan 1.314 Lulusan PPG dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Julkarnain biasanya membeli telur di pasar dan memilih langsung dari pedagang. “Saya biasanya beli telur itu di pasar. Di sana banyak orang jual telur jadi bisa pilih-pilih, tapi sa biasanya beli di ibu Siti Mirna,” ujarnya.

Jenis telur yang dibeli pun menyesuaikan ketersediaan. “Biasanya saya beli telur ayam biasa. Kadang yang putih, kadang yang coklat. Tergantung yang ada di pasar dan yang kelihatan bagus tidak kelihatan busuk,” katanya.

Ke depan, ia berharap usaha penjualan telur dapat berkembang lebih baik.

“Harapan saya sih semoga ke depannya ada toko yang khusus jual telur saja jadi lebih rapi dan enak dilihat. Terus semoga juga harganya bisa lebih stabil lagi dan jangan sering naik supaya pembeli tidak terlalu berat,” tuturnya.

Di tengah dinamika harga dan persaingan pasar, usaha telur milik Ibu Siti Mirna tetap menjadi bagian dari roda perekonomian pasar tradisional.

Kesetiaannya berpindah dari satu pasar ke pasar lain setiap pekan menjadi bukti ketekunan dalam menjaga usaha agar tetap bertahan dan melayani kebutuhan masyarakat. *

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA