MAUMERE, FLORESPOS.net-Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Wuring di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (26/2/2026).
Dalam kunjungan ini, selain melihat lokasi yang akan dijadikan kampung nelayan, Menteri Kelautan dan Perikanan juga melihat calon dermaga sementara, perahu nelayan dan lokasi tambatan perahu serta produk perikanan berupa abon tuna.
“Masyarakat nelayan di sini sangat berharap kampung nelayan ini bisa dibangun sehingga ekonomi masyarakat di sini bisa meningkat,” sebut Lurah Wuring, Aloysius Gonzaga Nong Parere, Kamis (26/2/2026).
Aloy sapaannya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih dan para pedagang kaki lima di pinggir jalan agar bisa diakomodir berjualan di kampung nelayan ini.
Dirinya mengaku jumlah Kepala Keluarga (KK) nelayan di Wuring sebanyak 689 KK dimana di Nangahure Bukit terdapat 192 KK sementara sisanya bermukim di Nangahure Lembah.
Dalam kunjungan Menteri juga dibagikan paket bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kilogram beserta uang lauk untuk masing-masing setiap KK nelayan sebanyak 250 paket.
“Nanti kami akan alokasikan 50 paket untuk KK nelayan di Nangahure Bukti dan 200 paket untuk KK nelayan di Nangahure Lembah. Nanti akan kami verifikasi lagi datanya dan bantuan akan didistribusikan oleh ketua kelompok nelayan,” ungkapnya.
Aloy berharap 6 bulan ke depan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Wuring ini bisa menjadi pusat kuliner baru di Maumere sehingga orang bisa datang menikmati kuliner di tempat ini.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Wuring, Remigius Nong mengakui sudah menyiapkan program terkait dengan hadirnya kampung nelayan merah putih dimana pihaknya akan menampung produk perikanan untuk diolah.
Selain itu juga kata Remi sapaannya,pihaknya juga harus memastikan bahwa fasilitas sarana-prasarana yang dipergunakan para nelayan juga yang baik agar ekonomi masyarakat nelayan meningkat.
“Kami mau memastikan supaya tidak ada lagi pengepul-pengepul dengan modal besar memanfaatkan nelayan untuk mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya,” ucapnya.
Untuk itu sebut Remi, Koperasi Kelurahan Merah Putih Wuring hadir untuk memastikan harga jual ikan sesuai dengan harga pasar dan produk pengolahan hasil laut dan ikan juga sesuai dengan standar.
Ia mengakui di Wuring ikan-ikan tuna dijadikan loin tuna berkualitas dan produknya dijual ke perusahaan atau pabrik-pabrik ikan dan pengepul.
Selain itu, juga ada produk abon ikan tuna yang dikelola kelompok perempuan nelayan termasuk bakso ikan dan sate ikan.
“Kalau anggota koperasi tidak didominasi nelayan karena ada petani juga. Jumlah keseluruhannya sudah 800 lebih anggota koperasi yang terdaftar baik di sesi pertama maupun kedua,” terangnya.
Untuk pertanian yang iklud dengan peternakan papar Remi, ada usaha ayam potong, ayam petelur, kambing dan bebek dan pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 5 hektar yang akan ditanami hortikultura untuk menyuplai kebutuhan dapur gizi. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










