BAJAWA, FLORESPOS.net-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (P3A RI), Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi keluarga korban anak, YBR yang diduga meninggal bunuh diri (bundir) di Desa Neruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (13/2/2026).
Dalam kunjungan itu, Menteri P3A didampingi oleh Bupati Ngada Raymundus Bena serta Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat.
Menteri P33 Arifatul Choiri berdialog dengan ibu kandung YBR serta berdiskusi mendalam mengenai kondisi keluarga, penanganan yang telah dilakukan, serta langkah-langkah penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Menteri juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata kepada keluarga.
Usai pertemuan dengan keluarga, Menteri P3A meninjau SDN Rutojawa di Desa Nenowea. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan situasi dan kondisi lingkungan sekolah serta memberikan dukungan moril kepada para siswa-siswi dan tenaga pendidik.
Di Kantor Desa Nenowea, Menteri bertemu langsung dengan para siswa-siswi SDN Rutojawa serta siswa dari sekolah-sekolah setempat. Sebelumnya, para siswa telah mengikuti kegiatan trauma healing yang difasilitasi oleh Forum Anak sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial.
Sementara itu, para orang tua murid telah mengikuti sesi evaluasi dan komunikasi bersama guna memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan peduli terhadap tumbuh kembang anak.
Dalam dialog bersama siswa, guru, dan orang tua murid, Menteri menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Menteri P3A RI menyerahkan 66 paket perlengkapan sekolah kepada siswa serta bantuan peralatan olahraga untuk SDN Rutojawa.
Kunjungan ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, pemulihan, serta penguatan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
Sehari sebelumnya Menteri P3A, Arifatul Choiri Fauzi, langsung melaksanakan kunjungan pertamanya ke Rumah Aman Bajawa, Kamis (12/02/2026).
Menteri didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang selama ini ditangani di Rumah Aman Bajawa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri mendengarkan paparan dari pengelola terkait mekanisme penanganan kasus, proses rehabilitasi dan pendampingan psikososial, dukungan lintas sektor, serta berbagai kebutuhan penguatan layanan ke depan.
Selain melakukan peninjauan fasilitas dan berdialog dengan para pendamping, Menteri Arifatul Choiri juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang berada di Rumah Aman sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan dan perlindungan anak.
Usai kunjungan di Rumah Aman, Menteri bersama rombongan melanjutkan agenda ke Rumah Kevikepan Bajawa.
Di lokasi tersebut, Menteri melakukan dialog internal bersama para Pastor guna membahas peran lembaga keagamaan dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi kelompok rentan. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










