Warga Kabupaten Sikka Hasilkan 48 Ton Sampah Setiap Hari,40 Persennya Merupakan Sisa Makanan - FloresPos Net

Warga Kabupaten Sikka Hasilkan 48 Ton Sampah Setiap Hari,40 Persennya Merupakan Sisa Makanan

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melaksanakan kegiatan coffee morning dengan mengundang segenap awak media guna membahas masalah kebersihan dan sampah di Kabupaten Sikka khususnya Kota Maumere.

Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 gedung Kantor Bupati Sikka, Senin (9/2/2026) tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka Ambrosius Peter membuka kegiatan dengan memaparkan program Rumah Bersih, Redukasi Sampah Berbasis Rumah Tangga.

Peter menyebutkan, setiap harinya dihasilkan 48 ton sampah oleh warga Kabupaten Sikka dengan jenis sampah terbanyak yakni sisa makanan sebanyak 40 persen diikuti oleh sampah plastik 20 persen serta ranting kayu 13 persen kertas 11 persen.

“Persentase sampah terbanyak dihasilkan oleh rumah tangga sebesar 51 persen disusul oleh kawasan dan pasar masing-masing 12 persen serta perniagaan 11 pesen dan fasilitas publik 7 persen,” paparnya.

Peter menambahkan, sarana dan pra sarana pengangkutan sampah yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka yakni truk sampah sebanyak 6 unit dan amrol 2 unit.

Selain itu tambah dia, kendaraan roda 3 ada 5 unit, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) kontener 32 unit serta TPS permanen berjumlah 48 unit.

Lanjutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia di DLH Sikka berjumlah 102 orang terdiri dari penyapu jalan sebanyak 30 orang, petugas pengangkut sampah dan sopir ada 57 orang.

Baca Juga :  Program New Rehab BPJS Kesehatan, Peserta Bisa Cicil Tunggakan Iuran

“Terdapat 12 orang retributory serta pengawas sebanyak 3 orang sehingga dengan kondisi yang ada, SDM yang tersedia masih sangat terbatas,” ucapnya.

Peter mengatakan, permasalahannya karena daya angkut sampah masih rendah sementara penyebabnya volume sampah tinggi khususnya sampah rumah tangga. Selain itu ucap dia, belum adanya pemilahan sampah dari rumah tangga, sekolah, kantor, toko dan lainnya.

Dia menjelaskan kenapa proses pemilahan dimulai dari rumah tangga, karena lebih dari setengah aktifitas sampah berasal dari rumah tangga.

“Apabila setiap rumah tangga memilah dan mengurangi sampah maka jumlah sampah akan berkurang besar.Perubahan kecil dari rumah bisa berdampak besar bagi lingkungan,” tuturnya.

Peter menyarankan adanya kolaborasi multi pihak untuk pengolahan sampah di Kota Maumere sebab hal ini penting karena sampah adalah masalah perilaku bukan hanya fasilitas.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya dan perubahan hanya bisa terjadi apabila masyarakat terlibat.

Dijelaskannya, peran pemerintah daerah sebagai regulator dan fasilitatro yakni menyediakan TPS dan gerobak sampah, menetapkan aturan dan jadwal angkut serta memimpin koordinasi lintas pihak.

“Pemerintah daerah berperan memastikan sistemnya agar masyarakat mau berpartisipasi.Masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan sampah agar melakukan pemilahan sampah dari rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Seribu Lebih Siswa di Ende Utara Mulai Terima Program MBG, Albinus: Sangat Membantu

Masyarakat tegas Peter, harus menjaga kebersihan TPS serta melakukan pengawasan sosial di lorong serta mengolah bank sampah.

Sementara itu tokoh agama dan lembaga keagamaan mengedukasi umat melalui kotbah, tempat ibadah bebas sampah serta sebagai teladan dalam pemilahan sampah.

Dunia usaha berperan sebagai pendukung dan inovator dengan memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sarana persampahan dan inovasi pengolahan sampah.

“Dunia usaha memberikan dukungan bagi TPS3R, Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle,” ungkapnya.

Peter menambahkan, pihak kampus, LSM dan komunitas berperan lewat mengedukasi masyarakat dan pendampingan bank sampah serta memonitoring partisipasi warga dan melakukan riset dan inovasi lokal.

Sedangkan media kata dia, berperan sebagai penguat opini dan kesadaran publik lewat kampanye rutin persampahan, publikasi praktik baik dan kontrol sosial sebab perilaku berubah melalui pesan yang terus diulang.

Aksi konkretnya dilakukan lewat pengadaan armada R-3 pengangkut di wilayah padat, pengadaan dan perbaikan kendaraan roda 3, daur ulang sampah anorganik serta menyediakan mesin pencacah.

“Pemilihan sampah dari sumbernya dan sediakan tempat sampah 3 warna. Peningkatan kesadaran warga dilakukan lewat kampanye lewat media serta pengadaan kamera pemantau untuk dipasang di wilayah strategis,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA