Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM) - FloresPos Net - Page 2

Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jika uang itu menetap di laci kas, maka itu adalah pendapatan gelap yang menguap dari pengawasan pajak. Ini bagi saya merupakan sebuah eksploitasi di siang bolong.

Jawaban telak saya ketika diminta berdonasi selalu sama: “Saya sedang tidak ikut dalam kegiatan amal mana pun.” Kalimat ini adalah pernyataan martabat bahwa kita tidak berutang kemurahan hati kepada korporasi yang nilai asetnya triliunan rupiah namun masih mengincar recehan di kantong rakyat jelata.

Ritel modern harus berhenti berlindung di balik alasan “klasik” ketiadaan uang logam. Sebab sebagai entitas bisnis profesional, menyediakan uang kembalian adalah kewajiban absolut, bukan pilihan.

Baca Juga :  Menggandeng Ensiklik Laudato Si Dalam Upaya Menciptakan Masyarakat Bebas Korupsi

Jika mereka tidak mampu menyediakan uang kembalian, maka merekalah yang harus menanggung kerugian dengan membulatkan harga ke bawah, bukan konsumen yang harus menanggung beban dengan menerima barang yang tidak dibutuhkan.

Kita harus berhenti menoleransi ketidakjujuran yang dibungkus dengan keramahan palsu. Sebab, di dalam tiap keping logam yang hilang, terkubur kejujuran yang sedang sekarat. Praktik ini adalah bibit korupsi yang merayap perlahan merusak mentalitas bangsa.

Baca Juga :  Locus Kaum Muda Dalam Pengawasan Partisipatif

Jika di meja kasir saja kita sudah terbiasa membiarkan hak kita dirampas, jangan heran jika di level yang lebih tinggi, perampasan hak yang lebih besar akan dianggap wajar.

Saatnya konsumen bicara dan menagih kedaulatan yang nyata. Kembalikan hak kami dalam rupa Rupiah yang sah, bukan dalam manisnya permen yang perlahan membusuk di dasar saku.*

Penulis adalah Staf Publikasi dan Jurnal Ilmiah, Stipar Ende

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA