Pengangguran di Manggarai Barat Berkurang, Dominasi Kerja di Sektor Pertanian - FloresPos Net

Pengangguran di Manggarai Barat Berkurang, Dominasi Kerja di Sektor Pertanian

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pengangguran di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT cendrung berkurang tahun-tahun terakhir. Dominasi penyerapan tenaga kerja setempat di sektor pertanian.

Theresia P. Asmon, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Nakertranskop UKM) Mabar mengungkapkan itu kepada Florespos.net, di Labuan Bajo belum lama ini.

Dikatakan, pengangguran   di Mabar 2025 berkurang menjadi 4.065 orang. Seblumnya sekitar 5 ribu lebih, data Sarkernas per Agustus 2025. Disurvei secara nasional oleh BPS di Agustus 2025, dan dirilis akhir tahun bahwa angka penganggurannya Manggarai Barat menurun.

Kata Kadis yang disapa Nei itu, pengangguran di Mabar 2025 jika diprosentasikan turun ke 3,32 %. Sedangkan prosentase sebelumnya (2024) di angka 3,47 %. Dan tahun sebelumnya  (2023) 4,42 %.

“Ketika disurvei mereka sedang kerja. Jadi (pengangguran) kita berkurang hampir 500 orang di 2025 ini,” kata Kadis Nei.

Baca Juga :  Siswa Kelas Tiga SMA di Manggarai Tewas Tenggelam di Kecamatan Reok Barat

Menurutnya, pengangguran di Mabar rata-rata berusia16-24 tahun. Kebanyakan lulusan SMP. Adapun tamatan kuliah tetapi lulusan baru, fresh graduate. Berarti tenaga kerja di Mabar sudah banyak yang bekerja, kerja di Manggarai Barat.

“Iya, terserap. Artinya saat disurvei mereka sedang bekerja. Jadi turun ke 3,32 persen di 2025 dari jumlah tadi 4.065 orang,” kata Kadis Nei.

Dominasi lapangan kerja para pekerja tersebut di sektor hulu, primer, di antaranya pertanian.

“Itu paling dominan. Terserap hampir 57%. Maksudnya ketersediaan lapangan kerja terbanyak masih didominasi di sektor hulu. Mereka kerja sektor di pertanian, bisnis pertanian,” kata Kadis Nei.

“Walau demikian, masih banyak juga terserap di sektor tersier. Di antara lain di hotel, industri pariwisata,” sambungnya.

Baca Juga :  Status Tanah Belum Jelas, Banyak Poskesdes Manggarai Barat Belum Jadi Pustu

Menyinggung kemiskinan di Mabar, Kadis Nei, berdiplomatis, sesungguhnya itu dijelaskan oleh instansi lain.
Namun di Nakertranskop UKM Mabar ada juga data itu. Data terkini dinas bersangkutan, angka kemiskinan di Mabar sudah menurun.

“Di 2025 kalau saya tidak salah 16,09%. Jadi kita positif, turun lumayan angka kemiskinannya  kemarin di 2025 itu,” katanya.

Di tengah kebijakan banyak efisiensi segala macam, lanjut  Kadis Nei, tetapi khusus untuk Manggarai Barat justru masih baik.

“Puji Tuhan di kita (Mabar) masih baik. Dari perspektif kami meski efisiensi, tetapi perhatian pemerintah untk penganggaran pelatihan pekerja, pemagangan, masih ada, itu bisa membantu. Juga mungkin dengan program-program yang lain yang ada di dinas yang lain,” tutupnya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Berita ini 1,621 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru