Oleh: Anselmus DW Atasoge
FAJAR hari ini (Senin/19/01/2026) menyapa 175 tunas muda Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende yang melangkah dengan debar di dada, menapaki gerbang ujian skripsi atau Penilaian Pembelajaran Akhir (PPA) sebagai muara dari kembara ilmu mereka.
Di ambang cakrawala akademik ini, Yuvensius Sepur, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Tinggi Bimas Katolik RI, membuka perhelatan dengan untaian kata bermakna. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan puncak pendakian sekaligus sari pati dari seluruh proses pembinaan jiwa dan raga yang telah ditempa di rahim Stipar Ende.
Ujian skripsi berfungsi sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori, metodologi, dan praktik.
Melalui proses ini, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan kapasitas berpikir kritis, keterampilan analisis, serta kemampuan menyusun argumen yang sistematis. Dengan demikian, ujian skripsi menjadi tolok ukur kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada pembentukan intelektual sekaligus karakter.
Sebagai institusi yang berfokus pada pendidikan pastoral, kateketik dan keagamaan Katolik Stipar Ende menempatkan PPA sebagai ruang untuk menilai kesiapan mahasiswa dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.
Penilaian ini menekankan sejauh mana mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai pelayanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Katolik yang menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan dan panggilan pelayanan.
Ketua Stipar Ende, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjalani ujian dengan penuh kesungguhan.
Ucapan terima kasih yang beliau sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Kehadiran para dosen dan tendik dalam acara ini memperlihatkan komitmen institusi terhadap proses pembelajaran yang holistik.
Penilaian Pembelajaran Akhir memiliki urgensitas yang tidak dapat diabaikan karena ia menjadi titik temu antara seluruh proses akademik dan kesiapan mahasiswa menghadapi realitas kehidupan.
Melalui ujian ini, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan analisis, serta kepekaan pastoral yang telah dibentuk sepanjang masa studi.
PPA hadir sebagai ruang pengujian yang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti pada teori, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dengan demikian, ujian ini menjadi simbol kedewasaan intelektual sekaligus kematangan pribadi yang siap mengabdi.
Di sisi lain, PPA juga berfungsi sebagai gambaran bagi institusi pendidikan. Ia menjadi sarana refleksi yang memperlihatkan sejauh mana kurikulum, metode pengajaran, dan sistem pembinaan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Melalui hasil penilaian, kampus dapat menilai efektivitas proses pembelajaran sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk masa depan. Dengan cara ini, PPA tidak hanya menguji mahasiswa, tetapi juga menguji komitmen lembaga pendidikan dalam menjaga kualitas akademik dan pastoral.
Momentum ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah proses dinamis yang terus berkembang, berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu, berintegritas, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Dengan menghadirkan dimensi akademik yang berpadu dengan denyut pastoral, Penilaian Pembelajaran Akhir menjelma laksana sebuah altar tempat ilmu dan pengabdian bertemu dalam harmoni.
Ia tidak berhenti pada titik ujian, melainkan merupakan sebuah perayaan atas perjalanan panjang pencarian makna, di mana setiap gagasan yang ditulis dan setiap argumen yang diucapkan menjadi doa yang meneguhkan panggilan.
Urgensitas ujian ini terletak pada perannya sebagai jembatan yang menghubungkan ruang kuliah dengan denyut kehidupan nyata. Di atas jembatan itu, mahasiswa melangkah dengan bekal pengetahuan dan cahaya nilai kemanusiaan, siap menyeberang menuju dunia yang menanti sentuhan perubahan.
Mereka diharapkan hadir sebagai agen yang menyalakan harapan, membangun kebaikan, dan meneguhkan martabat manusia melalui ilmu yang telah mereka dalami dan pengabdian yang mereka ikrarkan. *
Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende










