Puncak Perjalanan Akademik (sisipan pesan dalam momen Penilaian Pembelajaran Akhir Mahasiswa Stipar Ende) - FloresPos Net

Puncak Perjalanan Akademik (sisipan pesan dalam momen Penilaian Pembelajaran Akhir Mahasiswa Stipar Ende)

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus DW Atasoge

FAJAR hari ini (Senin/19/01/2026) menyapa 175 tunas muda Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende yang melangkah dengan debar di dada, menapaki gerbang ujian skripsi atau Penilaian Pembelajaran Akhir (PPA) sebagai muara dari kembara ilmu mereka.

Di ambang cakrawala akademik ini, Yuvensius Sepur, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Tinggi Bimas Katolik RI, membuka perhelatan dengan untaian kata bermakna. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan puncak pendakian sekaligus sari pati dari seluruh proses pembinaan jiwa dan raga yang telah ditempa di rahim Stipar Ende.

Ujian skripsi berfungsi sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori, metodologi, dan praktik.

Melalui proses ini, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan kapasitas berpikir kritis, keterampilan analisis, serta kemampuan menyusun argumen yang sistematis. Dengan demikian, ujian skripsi menjadi tolok ukur kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada pembentukan intelektual sekaligus karakter.

Sebagai institusi yang berfokus pada pendidikan pastoral, kateketik dan keagamaan Katolik Stipar Ende menempatkan PPA sebagai ruang untuk menilai kesiapan mahasiswa dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

Penilaian ini menekankan sejauh mana mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai pelayanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Katolik yang menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan dan panggilan pelayanan.

Baca Juga :  Uto Wata, Indonesia Cemas dan Indonesia Emas

Ketua Stipar Ende, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjalani ujian dengan penuh kesungguhan.

Ucapan terima kasih yang beliau sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Kehadiran para dosen dan tendik dalam acara ini memperlihatkan komitmen institusi terhadap proses pembelajaran yang holistik.

Penilaian Pembelajaran Akhir memiliki urgensitas yang tidak dapat diabaikan karena ia menjadi titik temu antara seluruh proses akademik dan kesiapan mahasiswa menghadapi realitas kehidupan.

Melalui ujian ini, mahasiswa ditantang untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan analisis, serta kepekaan pastoral yang telah dibentuk sepanjang masa studi.

PPA hadir sebagai ruang pengujian yang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti pada teori, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dengan demikian, ujian ini menjadi simbol kedewasaan intelektual sekaligus kematangan pribadi yang siap mengabdi.

Di sisi lain, PPA juga berfungsi sebagai gambaran bagi institusi pendidikan. Ia menjadi sarana refleksi yang memperlihatkan sejauh mana kurikulum, metode pengajaran, dan sistem pembinaan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Baca Juga :  Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Melalui hasil penilaian, kampus dapat menilai efektivitas proses pembelajaran sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk masa depan. Dengan cara ini, PPA tidak hanya menguji mahasiswa, tetapi juga menguji komitmen lembaga pendidikan dalam menjaga kualitas akademik dan pastoral.

Momentum ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah proses dinamis yang terus berkembang, berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu, berintegritas, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Dengan menghadirkan dimensi akademik yang berpadu dengan denyut pastoral, Penilaian Pembelajaran Akhir menjelma laksana sebuah altar tempat ilmu dan pengabdian bertemu dalam harmoni.

Ia tidak berhenti pada titik ujian, melainkan merupakan sebuah perayaan atas perjalanan panjang pencarian makna, di mana setiap gagasan yang ditulis dan setiap argumen yang diucapkan menjadi doa yang meneguhkan panggilan.

Urgensitas ujian ini terletak pada perannya sebagai jembatan yang menghubungkan ruang kuliah dengan denyut kehidupan nyata. Di atas jembatan itu, mahasiswa melangkah dengan bekal pengetahuan dan cahaya nilai kemanusiaan, siap menyeberang menuju dunia yang menanti sentuhan perubahan.

Mereka diharapkan hadir sebagai agen yang menyalakan harapan, membangun kebaikan, dan meneguhkan martabat manusia melalui ilmu yang telah mereka dalami dan pengabdian yang mereka ikrarkan. *

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA