SMAS St. Gregorius Reo Dorong Literasi Kritis Guru Lewat MGMP - FloresPos Net

SMAS St. Gregorius Reo Dorong Literasi Kritis Guru Lewat MGMP

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REO, FLORESPOS.net-Di tengah tantangan pendidikan di wilayah pinggiran Nusa Tenggara Timur (NTT), SMAS St. Gregorius Reo menggelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dengan mengusung tema “Sinergi Literasi dan Teknologi Menciptakan Pembelajaran yang Humanis dan Adaptif”.

Pada hari ketiga kegiatan difokuskan pada penguatan literasi kritis guna memulihkan kedaulatan berpikir pendidik maupun peserta didik,terutama ditengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan MGMP berlangsung selama 4 yang dimulai pada pada tanggal 13,14,15,hingga 17 Januari 2025 diikuti oleh kepala sekolah dan para Guru.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAS St. Gregorius Reo, RD Agustinus Sunday Cakputra, S.Fil., M.Th. Dalam sambutannya, Ia menegaskan kemajuan teknologi digital tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas berpikir manusia.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya memberikan akses informasi, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan menilai dan memaknainya secara mendalam.

“Pendidikan tidak berhenti pada akses informasi, tetapi pada kemampuan memaknainya secara etis dan reflektif,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena brain rot, yakni penurunan fungsi kognitif akibat konsumsi konten digital yang dangkal dan berlebihan. Tanpa literasi kritis, kata dia, teknologi justru berpotensi melemahkan daya nalar dan refleksi peserta didik.

Pemateri utama MGMP hari ketiga adalah dosen Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Dr Marianus Mantovany Tapung, S.Fil., M.Pd. Dalam paparannya bertajuk “Memulihkan Kedaulatan Berpikir: Transformasi Literasi Guru di SMAS St. Gregorius Reo Menuju Pembelajaran Mendalam”, ia menyoroti rapuhnya kondisi literasi nasional, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Tilang One Farm Sukses Bina Anak Muda Bertani Hortikultura

Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, capaian literasi SMAS St. Gregorius Reo tercatat sebesar 64,44 persen dan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari sepertiga siswa masih berada di bawah kompetensi minimum.

“Masalah literasi bukan semata-mata soal metode mengajar, melainkan persoalan sistemik. Literasi guru yang belum kuat, iklim sekolah yang terlalu administratif, serta ketimpangan infrastruktur membuat wilayah seperti NTT terus berada di posisi terbawah,” ungkap Dr. Marianus Mantovany Tapung, yang akrab disapa Dr. Manto.

Ia juga memaparkan data PISA 2022 dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025 yang menempatkan NTT pada peringkat terbawah nasional dengan skor 33,07.

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang lebih mendasar dan berorientasi pada proses berpikir, bukan sekadar pencapaian nilai.

Sebagai tawaran solusi, Dr. Manto memperkenalkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni mindful (sadar), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).

Ia juga mengusulkan penggunaan taksonomi bertanya untuk mendorong pembelajaran berbasis pertanyaan kritis, bukan sekadar hafalan fakta.

Baca Juga :  SDK Maria Ferrari Raih Juara Umum Pesona Sains SMPK Frater Maumere

Pendekatan tersebut diharapkan mampu melatih peserta didik berpikir analitis dan reflektif, sekaligus peka terhadap realitas sosial di sekitarnya.

Sesi diskusi berlangsung intens dengan partisipasi aktif para guru. Berbagai persoalan mengemuka, mulai dari kebijakan pendidikan nasional yang dinilai kurang kontekstual, rendahnya literasi guru, hingga keterbatasan infrastruktur teknologi di daerah.

Diskusi juga menyinggung tantangan era kecerdasan buatan (AI), di mana limpahan informasi tanpa daya kritis berisiko menjadikan siswa sekadar konsumen pasif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Para guru diminta merumuskan visi transformasi literasi sekolah serta menyusun langkah-langkah konkret, seperti program diskusi isu lokal Dialektika Reo, pembentukan komunitas Arsitek Inkuiri berbasis lesson study, serta penulisan jurnal refleksi pembelajaran.

“Sekolah harus menjadi ruang reflektif. Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, melainkan perancang pengalaman belajar,” ujar Dr. Manto.

Sementara itu, RD. Sunday menyatakan optimisme bahwa MGMP ini dapat menjadi pemantik perubahan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin lulusan SMAS St. Gregorius Reo tidak hanya mengejar nilai, tetapi memiliki kedaulatan berpikir yang membebaskan,” katanya.

Rangkaian MGMP akan ditutup pada 17 Januari 2026 dengan agenda presentasi rencana pembelajaran mendalam yang disusun para guru selama kegiatan berlangsung. *

Penulis : Febri Nagut (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Vikep Reo dan Tim Gencar Bantu Korban Gempa Bumi di 17 Paroki Pantura Flores
Pembangunan Huntap di Flores Timur Berlarut-Larut, Bupati Tidak Menyiapkan Lahan
Tim SAR Evakuasi Jenazah Relawan Kemanusiaan Gempa Flores Gunakan Helikopter
Warga Katakan Hal ini Saat Partai Golkar Berikan Bantuan Sembako, Asfa: Kita Semua Terdampak Bencana
Dampak Gempa Flores, Sebanyak 83 Orang Meninggal Dunia
Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana
BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa
Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende
Berita ini 290 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:45 WITA

Vikep Reo dan Tim Gencar Bantu Korban Gempa Bumi di 17 Paroki Pantura Flores

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Pembangunan Huntap di Flores Timur Berlarut-Larut, Bupati Tidak Menyiapkan Lahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:48 WITA

Tim SAR Evakuasi Jenazah Relawan Kemanusiaan Gempa Flores Gunakan Helikopter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Warga Katakan Hal ini Saat Partai Golkar Berikan Bantuan Sembako, Asfa: Kita Semua Terdampak Bencana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Dampak Gempa Flores, Sebanyak 83 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores, Sebanyak 83 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 22 Agu 2026 - 10:00 WITA