Ode untuk Flamingo yang Sedang Memudar (Menilik Psikologi di Balik “Pudarnya” Identitas Ibu) - FloresPos Net - Page 2

Ode untuk Flamingo yang Sedang Memudar (Menilik Psikologi di Balik “Pudarnya” Identitas Ibu)

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah badai transisi berlalu, ruang untuk aktualisasi diri akan kembali ditemukan, namun subjek tersebut tidak akan pernah kembali menjadi individu yang sama seperti di masa lalu. Ia bertransformasi menjadi identitas baru yang lebih tangguh, memiliki kedalaman empati, dan kebijaksanaan yang ditempa melalui pengalaman pengorbanan.

Meski fase ini alami, menjaga sisa-sisa warna agar tidak benar-benar redup tetaplah krusial melalui langkah strategis seperti acceptance terhadap perubahan emosi, mencari validasi melalui solidaritas sesama ibu, hingga melakukan micro-selfcare sederhana untuk menjaga regulasi emosi tetap stabil.

Baca Juga :  Menghidupkan Kebijakan Baru Kemendikdasmen: Membangun Generasi Berkarakter di Flores

Warna yang tampak luruh dari jubah seorang ibu sesungguhnya tidaklah menguap sia-sia; ia adalah pigmen cinta yang kini sedang melukis binar di mata anakmu, memahat ketangguhan fisiknya, dan menenun harapan bagi masa depannya.

‘Kepucatan’ yang kau rasakan bukanlah tanda ketiadaan, melainkan sebuah spektrum cahaya pengabdian yang paling murni dan bermartabat. Bagi setiap ibu yang hari ini menatap potret masa mudanya dengan kabut di kelopak mata, pahamilah bahwa dirimu tidak sedang kehilangan wajahmu di dalam labirin pengasuhan.

Baca Juga :  Korupsi dalam Pengelolaan Dana Desa: Menguak Modus dan Solusi

Dirimu justru sedang menjalani metamorfosis jiwa yang sunyi, sebuah proses alkimia untuk terlahir kembali dengan warna-warna identitas yang jauh lebih matang, purna, dan berwibawa.

Selamat Hari Ibu bagi para Flamingo hebat. Di mata semesta, engkaulah sosok yang paling bercahaya, justru saat dirimu merasa paling memudar demi menghidupi sebuah nyawa.*

Penulis adalah Staf Publikasi dan Jurnal Ilmiah Stipar Ende

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA